Buntut Kericuhan di Stadion Gelora Joko Samudro, Suporter Ultras Gresik Minta Maaf ke Polisi

Senin, 20 November 2023 – 22:21 WIB
Perwakilan suporter Ultras Gresik saat melakukan pertemuan dengan Kapolres Gresik dan jajaran di Mapolres setempat, Senin (20/11/2023). Foto: ANTARA/HO-Polres Gresik

jpnn.com, GRESIK - Perwakilan suporter Ultras Gresik angkat bicara terkait kericuhan yang terjadi seusai laga kompetisi Liga 2 antara Gresik United melawan Deltras FC di Stadion Gelora Joko Samudro, Minggu (19/11).

"Kami atas nama pribadi dan mewakili suporter Ultras Gresik meminta maaf sebesar-besarnya kepada Kapolres Gresik, Polda Jatim beserta jajarannya atas kericuhan kemarin sore," kata Penasihat Ultras Gresik Muharom di Mapolres Gresik, Senin.

BACA JUGA: Suporter dari Semarang Ramaikan Final Liga Kampung Soekarno Cup di GBK

Muharom mengatakan aksi ricuh suporter dengan aparat kepolisian itu di luar nalar dan akal sehat sehingga mengakibatkan beberapa anggota kepolisian mengalami luka-luka terkena lemparan batu.

"Semoga yang menjadi korban, baik petugas maupun suporter, segera diberikan kesembuhan. Kami harap kejadian kemarin kejadian terakhir di Gresik," ujarnya.

BACA JUGA: Konkret Dorong Kemajuan Sepak Bola, Prabowo-Gibran Didukung Eks Pemain Timnas dan Suporter di Jatim

Atas kejadian tersebut, ke depan pihaknya akan sering melakukan konsolidasi dengan Polres Gresik tentang arti sebuah sportivitas dan fair play, yakni kesadaran yang selalu melekat bahwa lawan bertanding adalah kawan bertanding yang diikat oleh persaudaraan olahraga.

"Karena hasil dari sebuah pertandingan hanya bonus, yang penting sportivitas dan fair play diutamakan dan dijaga. Alhamdulillah korban dari suporter sudah banyak yang bisa dibawa pulang dan sudah berada di rumah," katanya.

BACA JUGA: Final Liga Kampung Soekarno Cup: Ribuan Suporter Mulai Memadati SUGBK

Koordinator Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI) Jawa Timur Mimit Tirmidzi menyayangkan terjadinya kericuhan usai laga derby Jatim itu.

"Ke depannya kami saling introspeksi dengan sama-sama menjaga, baik suporter maupun kepolisian,” katanya.

Ia menambahkan kejadian di Gresik akan menjadi evaluasi bagi teman-teman suporter Jatim, khususnya Ultras Gresik.

"Mari bersama-sama belajar dari kejadian kemarin dan menjadi yang terakhir di Kabupaten Gresik agar Jatim khususnya Gresik aman dan kondusif," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Gresik Ajun Komisaris Besar Polisi Adhitya Panji Anom juga menyayangkan terjadinya kericuhan suporter dengan aparat kepolisian di Stadion Joko Samudro.

Menurut dia, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi petugas keamanan dan suporter.

"Semoga nanti tidak ada kejadian serupa. Mari bermain sportif, siap kalah dan menang. Yang harus digarisbawahi, pihak kepolisian untuk mengamankan pertandingan bukan musuh. Kami sebisa mungkin berkolaborasi memberikan rasa aman bagi pemain dan seluruh yang hadir di stadion," katanya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler