Bunuh Diri Cara Ngeri, Tulis Pesan di Laptop, Katanya..

Sabtu, 01 April 2017 – 05:56 WIB
Police Line. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PONTIANAK - Aksi bunuh diri yang dilakukan Yohanes Franky, 21, ini sungguh bikin miris hati.

Dia mengakhiri hidupnya dengan cara memakan racun nyamuk, kemudian gantung diri di rumahnya di Gang Tengkawang 2, Jalan Nyi Ageng Sarang, Perum III, Pontianak Timur, Kalbar, Rabu (29/3).

BACA JUGA: Bunuh Diri Dengan Gunting Gagal, Lalu Terjun ke Sungai

Tak ada yang menyangka Yohanes nekat menghabisi nyawanya dengan cara yang mengerikan tersebut.

Pemuda ini dikenal pendiam dan tak memiliki masalah. Di rumahnya dia tinggal bersama dua adik sepupunya, Ardetlya, 19 dan Viana, 17.

BACA JUGA: Tusuk Perut Sendiri, Abdul Gagal Menghadap Ilahi

Pada saat kejadian kedua adik sepupunya tidak berada di rumah. Ketika Ardetlya dan Viana pulang sekitar pukul 16.30, mereka melihat rumah dalam keadaan sepi. Pintu terkunci dari dalam.

Ardetlya mengetuk pintu dan memanggil abang sepupunya tersebut. Namun tidak ada jawaban dari Yohanes.

BACA JUGA: Empat Selebriti ini Pernah Coba Bunuh Dini

Wanita ini mengintip bagian dalam rumah dan tampak sepi, tidak terlihat seorang pun. Ardetlya membuka jendela yang tidak terkunci dan membuka pintu (kunci pake slot kayu).

Setelah masuk ke rumah, di dapur dia mendapati Yohanes sudah tergantung dengan seutas tali.

“Adik sepupunya langsung menjerit dan menangis, melihat Yohanes sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung,” ungkap Kapolsekta Pontianak Timur Kompol Abdul Hafidz, seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Adik sepupu korban langsung memberitahu tetangganya.

Menurut keterangan Ardetlya dan Viana, sewaktu ditinggal pergi ke tempat kerja/kursus, Yohanes tampak seperti biasanya. Dia sedang membersihkan rumah.

Setelah dicek di laptopnya, polisi menemukan tulisan curhatan Yohanes.

Dia meninggalkan pesan yang intinya sudah tidak kuat lagi menanggung beban tanggung jawab yang diberikan orangtuanya.

“Selanjutnya korban memakan obat nyamuk bakar sebanyak satu kotak, kemudian baru gantung diri,” beber Hafidz.

Kapolsek mengatakan, jajarannya sudah memeriksa saksi. Kasus ini murni gantung diri. “Dugaan kuat memang karena tekanan atau beban hidup,” katanya.

Sekitar pukul 18.30 Yohanes diturunkan dari tali gantungan dengan seizin tim identifikasi Polresta Pontianak.

Selanjutnta sekitar pukul 18.45 jasadnya dibawa ke Dokkes Polda Kalbar menggunakan ambulance untuk divisum.

“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah,” ungkap Hafidz. (zrn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Derita Istri Lihat Suami Gantung Diri


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler