Bupati Lampung Utara Dukung Pemberdayaan BPP Model dan Penyuluh

Rabu, 02 September 2020 – 17:45 WIB
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi dan Bupati Lampung Utara Budi Utomo, Rabu (2/9). Foto: Humas BPPSDMP Kementan

jpnn.com, KOTABUMI - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menjadikan Lampung Utara sebagai daerah pertama yang dikunjungi selama kunjungan kerja di Provinsi Lampung pada 2-4 September 2020.

Kehadiran Dedi Nursyamsi d daerah itu disambut baik oleh Bupati Lampung Utara Budi Utomo, karena daerahnya memerlukan dukungan dari Kementan.

BACA JUGA: BPPSDMP Kementan Perkuat BPP Kostratani

“Kami membutuhkan dukungan untuk mencapai target kecukupan pangan baik untuk di Provinsi Lampung maupun nasional," kata Budi Utomo pada Rabu (2/9) di Rumah Jabatan Bupati.

Budi menilai apa yang dilakukan Kementan terutama dalam pemberdayaan BPP Model beserta penyuluh dan petani, menjadi titik terang pembangunan di sektor pertanian.

BACA JUGA: Jaga Stabilitas Harga Ayam Potong, Kementan Terbitkan SE Dirjen

"Semoga hal ini dapat membantu mewujudkan target kecukupan pangan yang dicanangkan Presiden Jokowi," tambahnya.

Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengapresiasi perhatian yang besar Bupati Lampung Utara di bidang pertanian.

BACA JUGA: Penyuluh dan Petani Kutai Timur Mempercepat Tanam di Tengah Pandemi Covid-19

“Saya sampaikan salam dari Pak Mentan SYL (Syahrul Yasin Limpo-red). Beliau sampaikan kita harus support habis kepala daerah yang punya perhatian dan kontribusi dalam mencapai kecukupan pangan untuk masyarakat," ungkap Dedi.

Dia menyampaikan, untuk membangkitkan pertanian dengan peningkatan produksi pertanian harus mulai dari level paling bawah, yaitu dari sawah, kebun, ladang, kemudian dari desa, kampung, dan kecamatan.

“BPP Kostratani hadir untuk itu. Untuk meningkatkan pertanian dari level kecamatan,” ujar Dedi.

Untuk menjadikan BPP Kostratani sebagai yang terdepan, katanya, dibutuhkan SDM-SDM yang berkualitas.

"Percuma kita punya senjata canggih dan mematikan jika tidak ada penembaknya. Artinya SDM sangat besar peranannya. SDM di pertanian sendiri adalah petani, poktan, gapoktan, penyuluh, praktisi pertanian," jelasnya.
 
Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, keberadaan BPP Kostratani harus dimanfaatkan dengan baik untuk memajukan sektor pertanian.

“Karena Kostratani bukan hanya sebagai tempat data dan informasi. Kostratani juga menjadi tempat untuk berkonsultasi dan belajar petani. Mereka bisa mencari tahu apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas," pungkasnya.(*/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler