BPPSDMP Kementan Perkuat BPP Kostratani

Sabtu, 25 Juli 2020 – 16:43 WIB
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Bustanul Arifin Caya. Foto: Humas BPPSDMP

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Tujuannya, agar produksi pertanian makin maksimal.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan dukungan untuk rencana ini. Ia juga menyebut penyuluh adalah garda terdepan pertanian.

BACA JUGA: Pertanian Tak Boleh Berhenti, BPPSDMP Kementan Bahas Implementasi Closed Loop

“Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Oleh sebab itu, mereka harus selalu ada di lapangan, harus selalu ada dan mendampingi petani agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Hal ini tentunya untuk mendukung ketahanan pangan,” tuturnya, Jumat (24/7).

Sedangkan Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, Kostratani merupakan penguatan peran dan fungsi BPP yang berbasis teknologi informasi.

BACA JUGA: Keuletan KWT Liman Benawi Dapat Pujian dari BPPSDMP Kementan

“Pengembangan Model BPP Kostratani terus digalakkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian. Setelah membina unit kerja (UK) dan unit pelaksana teknis (UPT) di Model BPP Kostratani, BPPSDMP kini bersinergi dengan seluruh UK dan UPT lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) serta Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengembangkan Model BPP Kostratani,” tuturnya.

Menurut Dedi Nursyamsi, disamping 400 BPP yang telah difasilitasi peralatan Informasi Teknologi (IT) pada tahun 2019, sebanyak 290 BPP dibina oleh UK/UPT BPPSDMP, Balitbangtan, Barantan. Masing UK/UPT minimal membina 2 BPP. Pembinaan dilaksanakan tahun 2020 secara konvensional dan virtual.

BACA JUGA: BPPSDMP Kementan Paparkan Capaian Kinerja Empat Tahun

Dedi menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Model BPP Kostratani yang diadakan secara virtual pada tanggal 24 Juli 2020. Kegiatan tersebut diikuti oleh hampir 118 UK dan UPT lingkup Balitbangtan dan Barantan.

Dedi menambahkan bahwa persyaratan lokasi Model BPP Kostratani yang dibina oleh UK/UPT adalah lokasi dekat kantor/lokasi pendampingan/kegiatan lain di UK/UPT.

“Di lokasi BPP harus terdapat fasilitas listrik dan sarana teknologi Informasi. Yang tak kalah penting dari persyaratan lokasi adalah terdapat keinginan/semangat Penyuluh dan dukungan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Provinsi,” jelasnya.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati, mensosialisasikan kembali Kostratani untuk menyegarkan kembali para kepala UK/UPT lingkup Balitbangtan dan Barantan.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Bustanul Arifin Caya, juga menyampaikan materi pelatihan-pelatihan yang telah dipersiapkan untuk dapat memperkuat kapasitas Kostratani, khususnya dalam pemanfaatan informasi teknologi.

UK dan UPT Balitbangtan dan Barantan menyambut dengan baik pembinaan Model BPP Kostratani. Melalui pengembangan Model BPP Kostratani sebagai memperkuat pendampingan program utama Kementerian Pertanian dan manajemen data/informasi di Balai Penyuluhan Pertanian.(ikl/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler