Bupati Martin Didesak Cabut SK Pj Bupati Kartius

Selasa, 15 Maret 2016 – 07:12 WIB
Demo warga. Foto: Achmad Mundzirin/Rakyat Kalbar.

jpnn.com - KETAPANG – Pejabat bupati Ketapang Kartius kembali mendapat perlawanan dari warga Desa Sungai Nanjung, Kalimantan Barat. Warga kembali turun ke jalan dan memasang dua patok batas di Km 53, Senin (14/3).

Demo dilakukan akibat tindakan sepihak Kartius menetapkan tapal batas Desa Sungai Nanjung dengan Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Penetapan itu tertuang dalam SK Pjs Bupati Kartius Nomor 783/BPM,PD,P dan KN-C/2015 tertanggal 3 Desember 2015.

BACA JUGA: Sopir Lamborghini Maut hanya Dituntut Lima Bulan Bui

Warga menolak penetapan tapal batas yang dibuat Kartius karena telah menyebabkan hilangnya sekitar 13 hektare lahan mereka. Bahkan, sebanyak 700 hektare lahan warga lainnya telah dirusak perusahaan PT Ketapang Bangun Sarana (KBS).

Sebelumnya, batas di Km 53 Desa Sungai Nanjung itu dibuang oleh orang tak bertanggung jawab. Batas antara Desa Sungai Nanjung dan Desa Pagar Mentimun dikembalikan sesuai dengan pemekaran dan perjanjian awal 2007 lalu. Sedangkan SK Pj. Bupati Kartius membuat tapal batas baru yakni di patok Km 51.

BACA JUGA: ‎Sudah Usulkan 2 Ribu Lowongan CPNS

Warga bahkan memberikan warning keras kepada Bupati Ketapang definitif Martin Rantan secepat mungkin mencabut SK Pj. Bupati. "Saat itu semuanya sepakat, batas Desa Sungai Nanjung dan Desa Pagar Mentimun adalah pada Km 53," ungkap Dharma, warga Desa Sungai Nanjung. (rk/jos/jpnn)

BACA JUGA: Tinjau Bandara Matahora, Menteri Jonan Bilang Begini

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bu Susi Beraksi, Kapal Viking Dijadikan Sebagai Monumen Peringatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler