Bupati Situbondo Lindungi Lahan Pertanian dan Sejahterakan Petani

Jumat, 17 Januari 2020 – 14:56 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (tengah). Foto dok Kementan

jpnn.com, SITUBONDO - Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, menegaskan bahwa wilayahnya melalui Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2017, telah menetapkan lahan seluas 30 ribu hektar untuk dilindungi secara berkelanjutan. Ini sebagai komitmen mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Situbondo termasuk di antara 14 kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah memiliki perda LP2B. Saat ini lahan 30 ribu hektar tersebut akan menjadi target program penyuburan lahan. Melalui program unggulan kabupaten, yaitu program ekonomi kebersamaan KOBESSA, yaitu program yang mensinergikan dan mengintegrasikan antara pertanian, peternakan dan budidaya perikanan.

BACA JUGA: Mentan Syahrul Yasin Limpo: Bahagia Itu Ketika Ada Agama di Dirimu

"Melimpahnya limbah di tiga sektor tersebut akan diolah menggunakan teknologi secara tepat, sehingga limbah dapat dimanfaatkan secara optimal melalui dukungan smart farming," kata Dadang.

Program KOBESSA sudah berjalan tiga tahun. Hamparan luas lahan pertanian sudah mengikuti SOP penyuburan lahan, dan akan terus bertambah, sebagaimana yang sudah ditargetkan masing-masing desa. "Alhamdulillah manfaat program ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Yang pertama petani mendapatkan bantuan operasional organik yang terstandar dari pemerintah," jelasnya.

BACA JUGA: Kemajuan Ekspor Produk Pertanian Jadi Arah Kemandirian Pangan Nasional

Lebih lanjut, cost produksi petani dapat ditekan rendah karena terjadi subsidi silang pemanfaatan limbah tiga sektor dan efisiensi biaya karena dikerjakan bersama. Bahkan muncul industrialisasi baru sarana produksi pertanian, melalui modal investasi lokal, antara lain penangkaran benih padi, pestisida hayati, pupuk organik, pakan ternak, dan lain-lain.

"Wilayah kami bisa mengendalikan harga komoditas pertanian, peternakan dan budidaya ikan menjadi satu harga kabupaten," ungkapnya bangga.

BACA JUGA: Kementan Dorong Pengembangan Sagu untuk Memantapkan Ketahanan Pangan

Dalam rangka mendukung program tahun kunjungan wisata Situbondo, pasca panen produk pertanian sebagian diolah, sehingga punya nilai tambah guna menunjang bertambahnya ragam jajanan dan oleh-oleh.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyebut Program KOBESSA merupakan salah satu leasson learned solusi cerdas untuk melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan. Sekaligus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya para peternak dan petani. "Dengan program ini dapat mewujudkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi serta menekan inflasi, karena biaya produksi bisa ditekan dan produktivitas tinggi," jelasnya.(ikl/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler