Bus Seruduk Truk, Tiga Tewas

Kamis, 04 Oktober 2012 – 01:23 WIB
BELOPA – Kecelakaan maut terjadi di Desa Larelare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu – 25 kilometer dari arah Kota Palopo, sekitar pukul 04.30. Bus Charisma yang melaju cukup kencang dari arah Makassar menyeruduk truk barang berwarna merah milik UD Veren Jaya dengan nomor polisi DD 9457 AH yang terparkir di tepi jalan sebelah kanan.

Peristiwa itu merenggut tiga nyawa penumpang, termasuk sopir, tiga luka berat dan 10 luka ringan.  Ketiga korban tewas itu masing-masing, Alling, 25 (sopir), Jerry, 30, dan Sem Siswa Usman, 37, penumpang bus. Mereka dilaporkan tewas akibat terjepit material bus.

Informasi yang dihimpun FAJAR (JPNN Group), bus berwarna merah jambu asal Makassar tujuan Kota Palopo itu, berangkat dengan kondisi normal saat dikemudikan lelaki Ayyub, 27, sopir utama. Namun, ketika memasuki Kecamatan Kera, Kabupaten Wajo, kendali mobil diambil alih sopir bantu, Alling, 25.

Saat memasuki wilayah Kabupaten Luwu tepatnya di poros perbatasan Kecamatan Ponrang dan Kecamatan Bua, Alling tidak bisa  mengendalikan bus yang diperkirakan melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Truk yang terparkir di tepi jalan sebelah kanan, akhirnya diseruduk dari belakang.

Satlantas Polres Luwu bersama warga setempat membutuhkan waktu cukup lama untuk mengevakuasi sejumlah korban dari dalam mobil. Selain kondisi mobil yang sudah rusak berat dari depan sebelah kanan hingga kursi kelima, beberapa korban juga terjepit dengan luka yang cukup parah. Korban Alling, misalnya, kondisi fisiknya sudah sulit dikenali karena bagian kepala, khususnya wajah pecah dan otak terurai di atas mobil. Badan Alling juga sudah terpisah dengan kakinya dengan kondisi isi dada dan perut terurai terjepit besi.
    
Dua korban tewas lainnya, Jerry dan Sem Siswa beberapa menit pasca keajdian masih sempat berkomunikasi dengan warga sebelum di larikan ke rumah sakit. Sem Siswa bahkan sempat meminta tolong ke warga untuk segera menghubungi sanak keluarga dan teman sekantornya untuk mengabarkan peristiwa itu. Sem Siswa merupakan Kepala UPGB Bulog Balandai, Kota Palopo, akahirnya meninggal saat dalam perjalan menuju RS At-Medika Palopo dengan luka pecah di kepala dan beberapa luka robek di sekujur tubuhnya.
    
Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Fahruddin yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan, posisi truk yang dikemudikan lelaki Bakri, 37, itu memang sudah salah karena terparkir di sebelah kanan jalan. Seharusnya Bakri memasang tanda-tanda dari jarak jauh kalau mobilnya mogok dan terparkir akibat pecah ban kanan bagian belakang.
   
Peristiwa itu, tambah dia, juga sempat membuat Trans Sulawesi lumpuh total sekira lima jam. Sejumlah kendaraan terpaksa ditahan untuk kepentingan mengevakuasi korban. Antrean mencapai tiga kilometer. “Untuk sementara, sopir truk itu kita amankan untuk kepentingan penyidikan,” bebernya.
 
Sopir Utama Bus Charisma, Ayyub ditemui terpisah di lokasi kejadian menambahkan bahwa dirinya tidak tahu secara pasti kejadian itu. Sebab, dirinya tertidur di kursi bagian belakang. Dirinya baru sadar ketika terdengar benturan disertai teriakan kepanikan penumpang lainnya. “Tidak ada tanda-tanda saat berangkat,” aku Ayyub dengan luka di bibir.
 
Sementara itu, data RSUD Sawerigading dan RS At-Medika Kota Palopo menyebutkan bahwa jumlah korban yang dirawat akibat kecelakaan di dua rumah sakit itu mencapai 13 orang.
Sebanyak tiga korban lainnya mengalami luka berat dan tujuh korban dengan kondisi luka ringan. Di RSUD Sawerigading, Abdul Syukur (30) harus dirawat inap karena beberapa luka robek di tubuhnya. Sedangkan di RS At-Medika terdapat sembilan orang yang menjalani rawat inap.
 
Direktur RSUD Sawerigading Palopo, dr H Rusdi yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan, dua korban tewas, masing-masing Alling dan Jerry yang ditangani pihaknya sudah tidak bernyawa ketika tiba di IGD. “Korban Abdul Syukur dirawat inap karena lukanya cukup parah juga,” sebut Rusdi. (hdy/sil)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tambang Hutama Karya Diduga di Kawasan Hutan Lindung

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler