Butler Sebut PSMS Lebih Baik Dibanding Saat Ditangani Djanur

Jumat, 30 November 2018 – 12:01 WIB
Peter Butler (kanan). Foto: pojoksatu

jpnn.com, MEDAN - Peter Butler menebar psywar jelang duel PSMS Medan vs Persebaya pada pekan ke-33 Liga 1 2018, di Stadion Teladan, Sabtu (1/12).

Dia mengatakan PSMS di tangannya jauh lebih baik daripada saat ditangani Djadjang Nurdjaman pada putaran I.

BACA JUGA: Mengintip Ritual di Kamar Ganti Persebaya Jelang Laga

Pelatih asal Inggris ini memang sejak masuk ke PSMS selalu mengeluhkan soal kualitas pemain PSMS yang menurutnya tidak cukup untuk Liga 1.

Dan dia menyalahkan bagaimana tim ini dibentuk pada awal musim, meski tak pernah sekalipun dia menyebut nama Djanur-sapaan akrab Djadjang Nurdjaman sebagai biang keroknya.

BACA JUGA: Persela Jago Kandang, Pelatih Persib Umbar Ambisi Besar

“Performance kita lebih bagus sekarang dibanding putaran I. Kita lebih banyak poin saat main di luar (away), putaran II kita memiliki tim yang lebih bagus,” ujarnya.

Ya, di tangan Butler PSMS memang beberapa kali mendulang hasil baik di tandang, seperti imbang lawan Persija, Perseru, Barito, dan menang lawan Persib, Sriwijaya. Namun, sejatinya hasil di kandang tak juga lebih baik saat ditangani Djanur, seperti kalah dari Mitra Kukar, PSIS juga Bhayangkara FC.

BACA JUGA: Daftar Winning Team Persebaya untuk Lawan PSMS Medan

“Saya tidak suka saat orang lain bukan siapa-siapa yang datang ke sini panik pada menit terakhir dan bilang ada tiga pertandingan lagi, Anda harus menang. Hei harus pikir balik, saat kontruksi dan rekrutmen tim di awal musim tidak bagus. Sementara saya masuk ke sini pada Juli, dan tim ini menjadi jauh lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, dia melihat beberapa pemain juga mengalami perubahan ke arah positif dengan mental yang lebih baik.

Sehingga membuat persaingan di tim semakin ketat. Seperti bagaimana Alwi menjadi kepercayaan Butler di posisi bek kiri menggantikan Gusti Sandria.

Pelatih asal Inggris ini memastikan, dia sosok yang adil. Dan, menurunkan serta memberikan kepercayaan ke pemain bukan tanpa alasan.

“Saya tak ada emosi kepada pemain, Antony sama Rahmad atau Matsunaga bagus kompetisi (di gelandang serang). Kadang-kadang kalau Felipe main jelek sekali, atau Frets, Antony main kurang baik saat di Persipura mungkin ada sedikit masalah. Tapi Erwin (Ramdani) masuk bikin perubahan, dia main lebih bagus. Kompetisi di tim adil. Saya harus adil kepada semua orang (pemain),” ungkapnya.

“Oke kalau Gusti bisa bermain kembali (dari akumulasi misalnya) atau Firza, kalau dia kembali ke tim sekarang, dia tidak bisa masuk ke tim ini. Harus mengerti harus adil. Alwi saya rasa dia main bagus. Kaki kirinya bagus, tapi dia harus kerja keras untuk disiplin lebih baik,” ucapnya.

“Jadi saya hanya ingin katakan bahwa saya sangat menikmati waktu di PSMS. Orang Medan sangat jujur dan adil ke saya. Para pemain telah dan selalu mencoba memberikan yang terbaik kepada saya 100 persen. Skuad ini diisi pemain yang sangat diajak bekerja sama,” ungkapnya.

“Kami punya tiga pertandingan sisa, dan kami komit untuk meraih hasil positif Sabtu besok. Saya harap suporer bisa datang dan memenuhi stadion dan memberikan dukungan ke pemain,” pungkasnya. (nin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sriwijaya FC vs Mitra Kukar: Naga Mekes Pantang Menyerah


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler