Buya Anwar Minta Sukmawati Tidak Rendahkan Islam Lagi

Sabtu, 30 Oktober 2021 – 19:18 WIB
Sukmawati Soekarnoputri. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat sosial keagamaan Anwar Abbas meminta Sukmawati Soekarnoputri tidak lagi merendahkan Islam setelah berpindah agama ke Hindu.

Pria yang akrab disapa Buya Anwar itu mengharapkan Sukmawati menjaga kerukunan hidup beragama.

BACA JUGA: YP dan MRD Terancam Tua dan Mati di Bui

"Saya meminta kepada Ibu Sukmawati, karena ibu sudah pindah agama, maka jadilah ibu pengikut agama Hindu yang baik. Untuk itu, jagalah persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa ini dengan baik. Karena ibu sekarang sudah tidak beragama Islam lagi, maka ibu fokus sajalah dengan agama ibu yang baru tersebut," kata Anwar kepada jpnn.com, Sabtu (30/10).

Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia itu juga meminta umat muslim menghormati Sukmawati.

BACA JUGA: Pengunjung Pesta Halloween di SCBD Panik, Langsung Bubar

Dia menganggap hidup berdampingan secara damai tanpa saling mencerca merupakan ajaran setiap agama.

"Jangan lagi ibu berkomentar dan mengurusi, apalagi merendahkan agama yang ibu tinggalkan tersebut dengan menuding atau menyindir Islam dan umat Islam yang tidak toleranlah yang macam-macamlah. Ibu adalah anak dari Presiden Soekarno, yaitu seorang tokoh dan bapak bangsa yang beragama Islam yang telah berjuang mati-matian untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang sangat pluralis ini baik dari suku, bahasa, agama, serta golongan," kata dia.

Ketua PP Muhammadiyah itu juga meminta kepada Sukmawati untuk membangun kehidupan berbangsa dan beragama yang telah dicanangkan oleh Proklamator RI Bung Karno.

Anwar menilai Sukmawati juga bertanggung jawab untuk menjaga ajaran Bung Karno.

"Jadilah ibu menjadi seorang ibu dan warga negara serta pemeluk agama yang arif yang tidak hanya tahu tentang perasaannya, tetapi juga tahu dan pandai menjaga dan mempertimbangkan perasaan orang lain agar negeri ini aman, tentram dan damai," kata Anwar Abbas. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Terpopuler