Cadangan Devisa Terus Bertambah

Sabtu, 08 Februari 2014 – 05:55 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pundi-pundi cadangan devisa Indonesia makin tebal. Bank Indonesia (BI) mencatat tren pemulihan angka lini terdepan pertahanan neraca pembayaran tersebut.

Per Januari 2014, jumlah cadangan devisa mencapai USD 100,7 miliar, atau naik dari Desember 2013 yang sebesar USD 99,4 miliar.

BACA JUGA: KPK Awasi Pertambangan Minerba di 12 Provinsi

Peningkatan cadangan devisa seiring dengan membaiknya neraca perdagangan yang beranjak surplus, pendalaman pasar keuangan, dan pengurangan intervensi terhadap rupiah. Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs mengatakan, cadangan devisa saat ini bisa membiayai 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Angkanya cukup baik karena berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," katanya kemarin (7/2).

BACA JUGA: Dahlan Maklum Puluhan Pilot Merpati Mundur

Sayangnya, jumlah cadangan tersebut belum menyusul posisi tertinggi pada tahun lalu sebesar USD 108,77 miliar pada Januari 2013. "Kami menilai jumlah cadangan devisa saat ini cukup kuat dalam mendukung ketahanan sektor eksternal dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi ke depan," katanya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo sudah memprediksi jika posisi cadangan devisa bisa mencapai di atas USD 100 miliar pada Januari 2014. "Tentu saja ada arus masuk dan keluar, dan kami juga ada keperluan intervensi. Namun nantinya bisa di atas USD 100 miliar," kata Perry.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan Rusak Libatkan Tentara

Salah satu faktornya adalah penerbitan surat utang global oleh pemerintah. Menurut dia, potensi masuknya uang segar asing diprediksi juga makin besar. Sebab, penjualan global bond yang mencatat oversubscribed atau kelebihan permintaan hingga USD 17,5 miliar tersebut menunjukkan minat asing untuk berinvestasi dalam tempo yang panjang di Indonesia masih besar.

"Pertumbuhan memang masih cenderung melambat, tapi masih lebih tinggi disbanding negara lain. Itu jadi faktor investor masih berminat investasi ke Indonesia," paparnya.

Selain itu, ekspor Indonesia juga mencatat rapor biru akhir tahun lalu. Secara akumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang 2013 lalu tercatat USD 182,57 miliar. Adapun impor mencapai USD 186,63 miliar.

Meskipun secara tahunan neraca dagang masih defisit USD 4,06 miliar, kinerja tersebut setidaknya dapat menggenjot dana hasil ekspor (DHE) berbentuk valas. (gal/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bahas Nasib Merpati, Chatib Temui Dahlan Iskan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler