Cak Nanto: Kasus Kematian Immawan Randi Bisa Berimbas ke Jokowi

Rabu, 09 Oktober 2019 – 14:30 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/10). Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto meminta polisi mengusut tuntas kasus tewasnya mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO) Immawan Randi (21). Randi, yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), tewas tertembak saat demonstrasi di kantor DPRD Sultra, Kamis (26/9).

"Kami tetap akan menuntut keadilan. Sampai ketemu orang yang melakukan penembakan," kata Cak Nanto sapaan akrab Sunanto, Rabu (9/10).

BACA JUGA: Jokowi: Ananda Randi Meninggal Karena Luka Tembak

Menurut Cak Nanto, PP Pemuda Muhammadiyah ingin dugaan kasus penembakan dengan korban Randi, dibawa ke ranah hukum. PP Pemuda Muhammadiyah tidak ingin kasus dugaan penembakan, hanya selesai di ranah etik. "Sampai dihukum setimpal. Karena ini soal hidup orang," ucap dia.

Cak Nanto menuturkan, penting bagi polisi menuntaskan kasus penembakan terhadap Randi. Tanpa menuntaskan, pemerintah era Joko Widodo atau Jokowi akan menerima imbas negatif.

BACA JUGA: Soal Kematian Mahasiswa saat Demo di Kendari, 6 Polisi Bawa Senjata Api

Tidak tertutup kemungkinan, kata dia, kepercayaan publik menurun saat polisi tidak menuntaskan kasus dugaan penembakan terhadap Randi.

"Kalau sudah tidak ada optimisme, lalu bergantung dengan apa. Negara ini negara hukum," timpal dia. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler