Calon Penumpang AsirAsia Bilang Bawa Bom Di Kualanamu, Ya Begini Jadinya...

Minggu, 17 Januari 2016 – 15:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

jpnn.com - KUALANAMU - Pasca Teror Bom di Sarinah, Jakarta Pusat, polisi menetapkan siaga satu di Sumut. Alhasil, beberapa kali peristiwa 'sebut bom' dari mulut masyarakat mulai bermunculan.

Kemarin (15/1), di RS Vina Estika Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah, mendapat ancaman teror bom dari seorang pria asal Aceh yang mengenakan pakaian sorban. Kejadian serupa kembali terjadi di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Sabtu (16/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

BACA JUGA: Tersandung Urusan Cinta, Bunga Desa Nekat Minum Racun Rumput

Kali ini datang dari calon penumpang AirAsia, Sahrul Tanjung (41). Warga asal Pematangsiantar ini terbang dengan pesawat nomor penerbangan QZ 122 tujuan Penang.

Celotehan bawa bom ini karena yang bersangkutan melakukan pemeriksaan barang-barang terhadap Tanjung. Pasalnya, X-Ray KNIA berbunyi saat tasnya melewati alat pendeteksi tersebut.

BACA JUGA: Cerita Unik di Balik Pengukuhan Sri Raja Prabu Rajasanagara Raden Mas Kanjeng

"Memang tadi ada yang diamankan," kata Manager Pengamanan PT Angkasa Pura II Cabang Kualanamu, Kuswadi ketika dikonfirmasi.

Kuswadi melanjutkan, Tanjung saat menjalani pemeriksaan, mengaku menyimpan bom di dalam tas yang dibawanya. Spontak, petugas Aviation Security (Avsec) menggiring pria paruh baya itu ke ruang pemeriksaan.

BACA JUGA: Sepintas...yang Tewas Itu Mirip Santoso Si Teroris Paling Diburu Polisi

"Kita serahkan ke Polsek Beringin, masih diperiksa disana," lanjutnya.

Komandan Avsec Posko III, Harven menambahkan, dari dua ransel yang dibawa Sahru, masing-masing berwarna merah dan hitam, tak ditemukan bom. Kepada petugas Avsec, Sahrul mengaku latah. "Dia mau menuntut ilmu agama. Rencananya dari Malaysia mau ke Bangladesh, India dan Turki," lanjut Harven menerangkan hasil pemeriksaan terhadap Sahrul.

Lebih lanjut, menurut Harven, Sahrul akan mengikuti pertemuan agama islam yang diikuti dari seluruh dunia di Bangladesh. Selain itu, Sahrul pun juga akan berkelilingi selama 40 hari.

Masih menurut Harven, setelah pulang menuntut agama Islam, Sahrul akan berdakwah. "Sahrul pekerjaan setiap harinya menjual aksesoris. Seperti topi, gelang, kalung dan lainnya," katanya seraya menambahkan, paspor dan ketiga teman Sahrul juga diboyong ke Gedung Avsec KNIA.

"Ketiga temannya, masih di bandara," ujar Harven.

Sahrul pun membenarkan akan terbang ke Malaysia untuk transit. Tujuan utamanya ke Bangladesh. "Aku tidak masuk organisasi apapun. Pertemuan itu bebas diikuti siapapun yang merasa agama islam," sebut Sahrul di Mapolsek Beringin.

Dia mengaku latah ketika mengutarakan bom itu. Pasalnya, ketika tas ransel Sahrul masuk ke X-Ray, bunyi identifikasi dari alat pendeteksi itu berbunyi. "Aku juga sudah minta maaf. Dini hari sekira jam 3 aku dan ketiga temanku sampai di bandara, kami tidur di bandara," jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Beringin, Ipda J Sianturi menyebut, pihaknya hingga kini masih menjalani pemeriksaan terhadap Sahrul. (ted/ray)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kisah Pernikahan yang Berawal Perjodohan, Istri Cantik Malah Kecantol Bos Sarung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler