Capai Pertumbuhan Signifikan Sepanjang 2022, Atome Perluas Layanan Paylater

Selasa, 10 Januari 2023 – 12:37 WIB
Atome. Foto dok Atome

jpnn.com, JAKARTA - Atome sepanjang 2022 berhasil mencetak pertumbuhan transaksi hingga 360 kali, dengan penghasilan gross merchandise value (GMV) yang tercatat sebanyak 420 kali lebih banyak dibandingkan akhir 2020.

“Angka ini kami dapatkan dari total pembiayaan yang telah diberikan kepada pengguna Atome, di mana 70 persen dari mereka mayoritas berasal dari daerah Jawa dan Bali. Angka ini menjadi pendorong bagi kami untuk dapat memperluas layanan paylater agar bisa dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas lagi,” ujar Winardi Wijaya, General Manager Atome Indonesia.

BACA JUGA: Strategi Atome Financial Kembangkan Bisnis Pembiayaan di Indonesia

Atome juga telah berhasil mencatat pertumbuhan pengguna Atome sebesar 9,600 persen, dengan lebih dari 5 juta pengunduh aplikasi di Indonesia.

Winardi juga menambahkan 54 persen dari mereka masih berasal dari Gen Z dan milenial dengan persentase pengguna wanita sebanyak 70 persen.

BACA JUGA: HUT DTT Cokro, Mak Ganjar Hadiri Ceramah Kebangsaan di Palangkaraya

Besarnya minat Gen Z dan milenial dalam hal ini dengan kemajuan era digital, di mana mereka bisa mendapatkan semua kebutuhan melalui ponsel yang mereka miliki.

Atome menjadi opsi terbaik dengan ekosistem yang menjangkau seluruh aspek kebutuhan mereka, mulai kebutuhan kebutuhan fashion, kecantikan, gaya hidup, kebugaran, edukasi, elektronik, travel hingga peralatan rumah tangga.

BACA JUGA: Perkuat Kerja Sama di Bidang Investasi & Keuangan, LPEI Gandeng MEXIM

“Hingga saat ini, kami telah bermitra dengan setidaknya 700 merchant dan lebih dari 10 ribu toko offline di Indonesia. Beberapa brand besar yang sudah bergabung dengan ekosistem Atome seperti MAP Group, H&M, Matahari Department Store, Giordano Group, Sociolla, Gold Gym, Kanmo Group dan masih banyak lagi," tutur Winardi.

"Ekosistem ini masih terus kami perluas sehingga kedepannya, pengguna dapat dengan mudah mengakses seluruh kebutuhan mereka dengan opsi pembayaran paylater Atome,” imbuh Winardi.

Dari besarnya ekosistem tersebut, Winardi mengatakan lebih dari 95 persen pengguna mengambil opsi tenor cicilan pembayaran untuk 3 bulan dan 6 bulan.

“Kinerja pembiayaan Atome sepanjang 2022 kemarin juga mendukung angka nonperforming loan (NPL) yang kami miliki dalam batas yang rendah dan terjaga dengan sangat baik," serunya.

Selain pencapaian yang signifikan, Atome juga turut mendukung pertumbuhan literasi keuangan dengan edukasi yang secara konsisten diberikan melalui ragam program yang disajikan baik secara daring maupun luring dengan menghadirkan para pembicara yang ahli di bidangnya sesuai dengan topik yang diangkat.

Winardi mengatakan layanan paylater bisa menjadi salah satu opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil memaksimalkan manajemen keuangan yang mereka miliki.

Hal ini disampaikan dengan merujuk pada penelitian dari Institute for Development of Economic Studies (INDEF), yang mengatakan seiring berkembangnya layanan paylater, banyak masyarakat yang belum bisa mengelola keuangan dan kredit sehingga fitur paylater dianggap sebagai jebakan.

“Terkait hal ini, kami selalu memastikan bahwa pengguna yang mengakses layanan kami memiliki tujuan yang jelas saat menggunakan Atome. Kami masih melakukan penerapan credit Scoring dan BI Checking serta batasan minimal usia 17 tahun dan telah memiliki KTP. Kami juga terus memberikan edukasi terkait sistem cicilan yang diharapkan dapat membantu mereka untuk bijak mengatur keuangannya,” seru Winardi.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler