Cara Berpakaian Bung Karno Memberi Dampak bagi Dunia

Senin, 21 Juni 2021 – 10:00 WIB
Perancang busana Samuel Wattimena dalam acara Talkshow & Musik Bung Karno Series bertema Bung Karno dan Fashion yang digelar Badan Kebudayaan Nasional Pusat atau BKNP PDI Perjuangan, Minggu (20/6) malam. Foto: Istimewa.

jpnn.com, JAKARTA - Perancang busana Samuel Wattimena menilai cara berpakaian Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno yang umumnya memakai jas, kemeja putih, dasi, dan peci, memiliki daya tarik tersendiri.

Menurut dia, hal ini cara berpakaian seperti itu tidak terjadi begitu saja, tetapi lahir dari pesona serta karisma Bung Karno.

BACA JUGA: Wong Cilik Menjadi Sumber Inspirasi Bung Karno

"Kalau melihat kenyataan dan kepemimpinan beliau, gaya itu muncul dari dalam diri Bung Karno. Jadi, beliau itu seorang trendsetter dan juga seseorang yang mempunyai visi yang jauh ke depan," kata Samuel dalam acara Talkshow & Musik Bung Karno Series bertema Bung Karno dan Fashion yang digelar Badan Kebudayaan Nasional Pusat atau BKNP PDI Perjuangan, Minggu (20/6) malam.

Pria yang karib disapa Sammy ini mengatakan pesona dan karisma seorang penguasa memang bukan sesuatu yang mudah untuk dilupakan.

BACA JUGA: Diplomasi Gastronomi ala Bung Karno Berhasil Menunjukkan Citra Bangsa

Bung Karno sejak aktif dalam pergerakan kemerdekaan hingga menjadi seorang nomor satu di Indonesia selalu memperhatikan detail penampilannya.

Sammy melihat Bung Karno sampai memastikan hal-hal kecil seperti bentuk pakaian dan keserasian warna.

BACA JUGA: Begini Penjelasan Hasto PDIP soal Kemesraan Megawati dan Prabowo Subianto

Perancang mode yang fokus pada kain nusantara itu menuturkan Bung Karno sangat yakin cara berpakaian yang digunakan akan menunjukkan derajat seseorang.

Lewat apa yang dikenakan, kata dia, Bung Karno sejatinya hendak menunjukkan bahwa Indonesia sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

"Jadi, beliau sangat memahami bahwa apa pun yang beliau ucapkan, kenakan, dan pilih, semua harus efisien. Jadi, harus memberikan dampak," kata Sammy.

Penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila 2020 ini menggarisbawahi unsur Trisakti gagasan Bung Karno, yakni berkepribadian di bidang kebudayaan, berdaulat di bidang politik, dan berdikari di bidang ekonomi.

"Karena itulah, apa pun yang dikenakan Bung Karno akan memberikan pengaruh besar bagi masyarakat dan dunia. Tekad beliau lewat kebudayaan membawa Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara lain di dunia," beber dia.

Sammy menyadari Bung Karno mengenakan pakaian modern seperti jas, yang merupakan atribut internasional. Bung Karno ingin menunjukkan bahwa dia memosisikan penampilannya dalam standar internasional. Namun, Bung Karno tetap mengenakan peci hitam sebagai identitas bangsa Indonesia.

"Gayanya yang universal, sangat dunia, sangat global, tetapi beliau memakai peci untuk menunjukkan global ini dengan identitas bangsa Indonesia. Tongkat pun merupakan bagian dari gestur untuk menunjukan kepemimpinannya," tambah Sammy.

Selain itu, Bung Karno memang dikenal senang memakai seragam jas putih bergaya militer dengan empat saku plus seabrek bintang jasa di dada.
Karakteristik ini menunjukkan bahwa Bung Karno merupakan panglima tertinggi yang akan membuat bangga rakyatnya dan menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia secara psikologis.

Sammy juga mengingatkan untuk tidak menyeragamkan apa yang beragam. Keragaman adalah kelebihan Indonesia. Untuk itu, masyarakat Indonesia tidak usah memperdebatkan mana busana Indonesia yang sebenarnya.

"Semua busana yang beragam adalah kelebihan Indonesia. Kita punya banyak kekayaan dalam kebudayaan. Local is the new global. Dengan memahami apa yang kita miliki, itu adalah kekuatan kita saat masuk ke dunia global," pungkasnya. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler