Cara GarudaFood Dukung Sekolah Berwawasan Lingkungan

Jumat, 17 Maret 2017 – 07:11 WIB
Eka Edhiono, Factory Manager GarudaFood (ke-3 dari kiri) didampingi M. Ikhsan perwakilan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pati (paling kiri,berbatik coklat) dan Herawati Neko Rahayu Kepala Sekolah SD Pati Lor 1-Jawa Tengah (berkerudung coklat), bersama para siswa-siswi SD Pati Lor 1-Jawa Tengah melakukan aksi pembuatan titik lubang biopori sebagai salah satu media resapan air hujan di SD Pati Lor 1 – Jawa Tengah (16/3). Foto: ist for JPNN

jpnn.com, PATI - Kondisi lingkungan di Indonesia saat ini sudah sangat memprihatinkan. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutka, pada 2015 terjadi lebih dari 300 kasus lingkungan hidup seperti kebakaran hutan dan pencemaran lingkungan.

Hal tersebut berdampak pada penurunan Index Kualitas Lingkungan Hidup yakni pada 2015 sebesar 63 persen.

BACA JUGA: Ini Cara GarudaFood Jaga Kepuasan Customer

Melihat pentingnya hal tersebut, GarudaFood menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan.

Salah satunya di SD Pati Lor 1 Jawa Tengah melalui program Sahabat Inspirasiku yang fokus pada bidang pendidikan dan lingkungan.

Penandatangan kerja sama antara GarudaFood dengan SD Pati Lor 1 Jawa Tengah dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) diwakili oleh Eka Edhiono Factory Manager GarudaFood, M. Ikhsan Perwakilan BLH Kabupaten Pati dan Herawati Neko Rahayu- Kepala Sekolah SD Pati Lor 1-Jawa Tengah- bersama para siswa-siswai SD Pati Lor 1-Jawa Tengah pada Kamis (16/3) di SD Pati Lor 1-Jawa Tengah‎.

Eka Edhiono, Factory Manager GarudaFood mengatakan, dengan adanya kerja sama ini, diharapkan bisa melahirkan sekolah-sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan berstatus Adiwiyata di Pati.

"Kerja sama ini merupakan salah satu komitmen GarudaFood untuk membentuk generasi penerus yang peduli terhadap lingkungan," ujar Eka.

‎Dia menambahkan, GF ingin menanamkan kecintaan pada lingkungan hidup sebagai sikap dasar siswa-siswi SD Pati Lor 1 – Jawa Tengah, dengan mewujudkan sikap dalam keseharian agar menjadi kebiasaan yang melekat pada diri mereka.

Seperti hemat energi, membuang sampah pada tempatnya, melakukan 4R (reuse, reduce, recycle, replant), komposting dan selalu menjaga lingkungan sekolahnya agar tetap bersih.

Adiwiyata merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI kepada sekolah-sekolah di Indonesia yang dinilai berbudaya lingkungan.

Sekolah tersebut mampu mendidik siswa-siswi dan warga sekolah lainnya menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik.

Penilaian Adiwiyata didasarkan kepada empat kriteria. Yakni pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif dan pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah.(esy/jpnn)

 

 


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler