Catat, Penuding Jokowi Diktator Pasti Psikopat

Kamis, 10 Agustus 2017 – 20:50 WIB
Boni Hargens. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Boni Hargens menyatakan bahwa masyarakat sudah bisa sosok Presiden Joko Widodo yang sebenarnya. Menurutnya, sosok presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu bisa dilihat dari kebijakan-kebijakannya.

Boni mengatakan, Jokowi memiliki ketulusan sebagai presiden yang melayani rakyat. "Dari wajahnya, publik bisa melihat wajah populis dan wajah orang yang memikirkan rakyat,” ujar Boni di Jakarta, Kamis (10/8).

BACA JUGA: Restu Jokowi untuk Yudhoyono Institute Bikin Mas AHY Happy

Lebih lanjut Boni mengatakan, Jokowi bukan presiden yang senang membuang waktu dengan dengan kemewahan. Selain itu, Jokowi juga bukan sosok yang hobi berpidato di depan kamera untuk membual.

“Jokowi bukan presiden yang senang membuang waktu dengan kuda atau doyan berpidato depan kamera demi pencitraan yang palsu. Dia lebih suka turun ke bawah, bekerja untuk rakyatnya," tegasnya.

BACA JUGA: Jokowi Tinggalkan Gibran dan AHY Berdua, Beginilah Jadinya

Karena itu Boni menduga tudingan Jokowi sebagai diktator merupakan bagian dari strategi lawan politik mantan gubernur DKI Jakarta itu menjelang Pemilu 2019. Menurutnya, tudingan tersebut tak berdasar dan harus segera dihentikan.

Menurut Boni, tudingan yang menyebut Jokowi diktator bisa merusak demokrasi dan tidak memberikan pelajaran politik yang baik untuk bangsa Indonesia ke depan. "Mereka yang menuduh Jokowi diktator justru para psikopat yang menikmati fitnah karena menganggap fitnah sebagai strategi politik yang ampuh untuk menjatuhkan lawan," kata Boni.

BACA JUGA: Ari Wibowo Kesal Namanya Dicatut Buat Menghina Jokowi

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan, Indonesia tak mengenal adanya kekuasaan mutlak alias diktator. Demikian juga dengan institusi di Indonesia tak ada satu pun yang berlaku dengan cara-cara diktator. 

"Merujuk konstitusi kita, tidak ada satu pun institusi yang memiliki kekuasaan mutlak apalagi seperti diktator. Konstitusi memastikan adanya perimbangan kekuasaan antar lembaga-lembaga negara dan bisa saling mengontrol, saling mengawasi," ujar Jokowi saat pembukaan Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Rabu (9/8) kemarin.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi: Tak Ada Institusi Punya Kekuasaan Multak, Apalagi Diktator


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler