Catat, Tiga Syarat Wajib Bagi Seorang Intelijen TNI AL

Minggu, 13 Maret 2022 – 17:09 WIB
Asisten Intelijen (Asintel) KSAL Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan silaturahmi Intelijen TNI AL Tahun 2022 bertempat Ciloto, Puncak Bogor, Kamis (10/3). Foto: Dispenal

jpnn.com, JAKARTA - Seorang intelijen TNI AL harus memenuhi tiga syarat yaitu profesional, modern dan tangguh.

Intelijen matra laut yang profesional yaitu memiliki komitmen yang tinggi, bertanggung jawab, berpikir cerdas dengan belajar dari pengalamannya dan menguasai materi secara mendalam dengan mengenali pekerjaan yang dilakukannya.

BACA JUGA: Prajurit TNI AL Bergerak, Penumpang dan Nakhoda KM Bagas Arsakhan Diselamatkan

Kemudian modern berarti berpikir out of the box, sedangkan tangguh yaitu berani bersaing menjadi unggul dalam akurasi dan kecepatan informasi serta berjiwa Tan Hana Bhakti Pupus, tentunya dengan tetap memegang etika insan intelijen guna mendukung tugas TNI AL.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Intelijen (Asintel) KSAL Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan silaturahmi Intelijen TNI AL Tahun 2022 bertempat Ciloto, Puncak Bogor, Kamis (10/3).

BACA JUGA: Laksamana Yudo Beber Keunggulan KRI Teluk Palu-523, Kapal Baru yang Menambah Kekuatan TNI AL

Rakor Intelijen ini mengusung tema “Dengan Semangat Profesional, Modern dan Tangguh, Intelijen Siap Mendukung TNI Angkatan Laut Menyukseskan Program Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 10-11 Maret 2022.

Laksda TNI Angkasa Dipua mengatakan Rakor Intelijen TNI AL memiliki arti yang sangat penting. Selain sebagai agenda tahunan dalam berkomunikasi dan berkoordinasi, kegiatan ini juga penting untuk menyampaikan kebijakan pimpinan TNI dan TNI AL di bidang intelijen.

BACA JUGA: Demi Kelancaran Tugas Pokok TNI AL, KSAL Berkomitmen Siapkan Sarpras Pangkalan

“Tujuan Rakor Intelijen kali ini adalah untuk melaksanakan evaluasi kegiatan 2021, menyamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam menghadapi tantangan tugas tahun 2022 dan sebagai sarana diskusi serta silaturahmi untuk kemajuan intelijen, persandian, siber, penerangan dan Bintal AL,” ungkap Asintel KSAL.

Dia mengatakan Rakor Intelijen TNI AL bertujuan untuk menyampaikan tiga kebijakan KSAL bidang Intelijen tahun 2022 untuk dijadikan pedoman.

Kebijakan pertama yakni insan intelijen TNI AL mampu menyajikan informasi intelijen yang lengkap, akurat dan tepat waktu untuk mendukung operasi dan menguasai situasi.

Kedua, melaksanakan pengamanan internal terhadap personel, informasi dan dokumen dengan melakukan cegah dini dan edukasi.

Ketiga, memantau dan menganalisa Banglingstra global, regional dan nasional yang dapat berimplikasi terhadap tugas TNI AL.

Dalam rangkaian kegiatan Rakor Intelijen TNI AL Tahun 2022 ini, disampaikan beberapa paparan dari tiap-tiap kewasgaiatan Intelijen.

Paparan pertama disampaikan oleh Waasintel KSAL Laksma TNI Akmal memaparkan tentang Review Kegiatan Tahun 2021 dan Proyeksi Kegiatan Tahun 2022, Kadispamsanal Laksma TNI Indaryanto memaparkan tentang Konsep Pembinaan Operasi Latihan Intelijen, Kadisbintalal Laksma TNI Daradjat Hidayat memaparkan tentang peran Bintal Ideologi dalam menghadapi tantangan globalisasi Ideologi.

Selanjutnya, paparan oleh Sekdispenal Kolonel Laut (P) Antonious Widyoutomo mewakili Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono memaparkan tentang Peran Dispenal Dalam Membentuk dan Menjaga Citra Positif TNI AL, dan paparan terakhir disampaikan oleh Kasatsiberal Kolonel Laut (E) Yan Fauzullah memaparkan tentang Trend Ancaman Siber 2021 dan Ancaman Siber 2022.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler