CATAT! TNI Tidak Mengenal Kata Gagal

Senin, 19 Juni 2017 – 22:08 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama ribuan Prajurit dan PNS Mabes TNI dan Angkatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/6). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, JAKARTA - Organisasi militer berbeda dengan organisasi lainnya. Sebab organisasi militer mengutamakan kesatuan komando. Mulai presiden sebagai Panglima Tertinggi, Panglima TNI, Kepala Staf dan Kotamaops mempunyai garis komando yang jelas dan tegas.

“Jadi jangan ragukan TNI, kapan pun TNI siap digerakkan dan tidak mengenal kata gagal dalam menjalankan tugas karena kalau gagal negara ini akan hancur,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama ribuan Prajurit dan PNS Mabes TNI dan Angkatan, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, masyarakat dan Anak Yatim Piatu di Lapangan Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/6).

BACA JUGA: Fraksi PKS Buka Bersama Pemulung di Bantargebang

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengunjungi satuan-satuan TNI di seluruh Tanah Air dan latihan-latihan TNI.

“Bahkan Bapak Presiden telah hadir 4 kali di Natuna dan yang terakhir Latihan PPRC TNI beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

BACA JUGA: Panglima TNI: Menyudutkan Agama Lain Pasti Bukan Ulama Indonesia

Jenderal Gatot menyampaikan atas nama Prajurit dan PNS TNI juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden karena telah memberikan gaji ke-14 yang sudah diterima 57 persen mulai Jumat kemarin.

“Untuk Mabes TNI, tidak saya berikan sebelum tempat terpencil atau perbatasan menerima. Dengan demikian Bapak Presiden jangan meragukan moril prajurit TNI yang tetap tinggi,” katanya.

BACA JUGA: Ketua DPD RI Serukan Kebersamaan Demi Membangun Bangsa

Pada akhir sambutannya, Panglima TNI melaporkan kepada Presiden RI bahwa pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 (17 17 17), TNI bersama masyarakat akan mengadakan doa bersama di seluruh Markas TNI di Tanah Air.

“Para Hafiz Quran akan khataman Al-quran dan bagi yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu berdoa bersama selama satu jam mulai dari pukul 17.00 s.d. 18.00 sesuai dengan waktu setempat masing-masing,” ujarnya.

“Doa bersama sebagai bentuk implementasi konkrit Pancasila pada awal Proklamasi sebagaimana yang diamanatkan Presiden RI Ir. Joko Widodo pada Penetapan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2017 yang lalu,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin selaku penceramah mengajak untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT karena Indonesia memiliki Pancasila. Dengan Pancasila, bangsa Indonesia yang beragam suku bangsa, agama dan ras dapat disatukan dalam bingkai ke-Bhinneka-an dan ke-Indonesia-an yang harmoni.

“Kita bersyukur memiliki tokoh seperti Bung Karno yang dengan cerdas dapat merumuskan Pancasila, tanpa Pancasila tidak ada NKRI. Dalam prespektif Islam, Indonesia adalah negara damai, bukan Darul Islam (bukan negara Islam), bukan Darul Kuffar (bukan negara kafir), tetapi negara kesepakatan antar seluruh suku bangsa, antar seluruh agama, saling berjanji untuk hidup secara damai, saling mencintai dan menyayangi serta saling menolong,” ucap Kiai Ma’ruf Amin.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dispotmar Lantamal III Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler