CCTV Gantikan Pengawas Saat UNBK

Selasa, 03 April 2018 – 19:57 WIB
Siswa SMA simluasi UNBK. Ilustrasi Foto: Denar/Kalteng Pos/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Seluruh siswa kelas XII SMK mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) serentak secara nasional mulai kemarin (2/4) hingga Kamis (5/4).

UNBK memang tidak digunakan sebagai penentu kelulusan. Namun, siswa diharapkan tetap serius mengerjakan soal.

BACA JUGA: Pemda Jangan Larang Sekolah Terapkan UNBK

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Saiful Rachman meninjau pelaksanaan ujian hari pertama itu di SMKN 2.

Ujian dibagi dalam tiga sesi. Setiap sesi dua jam. Sesi pertama dimulai pukul 07.30. Begitu tiba, Soekarwo berkeliling ke ruang ujian.

BACA JUGA: UNBK di SMKN Dompu Selesai Pukul 7 Malam

Pelaksanaan berjalan lancar. Artinya, soal bisa diunduh sekolah tepat waktu. Tidak ada kendala teknis yang dialami siswa sampai waktu ujian berakhir.

Siswa mengerjakan soal dengan sistem semi-online. Server sekolah mengunduh soal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

BACA JUGA: UNBK SMK, Tempuh Puluhan Kilometer Cari Sinyal Internet

Setelah disimpan di server sekolah, soal disalurkan ke komputer setiap siswa dengan sistem offline. Sebaliknya, sekolah mengunggah jawaban siswa kembali ke panitia pusat secara online.

"Pelaksanaan lancar saya lihat tadi (kemarin, Red). Semuanya sudah berbasis teknologi," ungkap gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Di tiap ruang ujian tidak ada lagi pengawas ujian. Posisi pengawas UNBK digantikan CCTV.

Guru maupun pihak sekolah melihat aktivitas peserta ujian melalui layar besar yang dipasang di ruang pengawas.

"Semuanya pakai CCTV. Tidak ada pengawas di dalam. Namun, siswa dapat mengerjakan soal dengan tenang," jelas Pakde Karwo.

Pakde menganggap hal itu sebagai keberhasilan pengembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

Pengawasan CCTV membantu membangun mental siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan jujur.

Dia berharap para siswa mengerjakan UNBK dengan baik karena hasilnya penting untuk pemetaan pendidikan.

"Nanti evaluasi di Jatim seperti apa itu juga dilihat dari hasil UNBK," kata Pakde Karwo.

Pengawasan ujian dengan CCTV juga terjadi di SMKN 5 Surabaya, Gubeng.

Anton Sujarno, Waka Kesiswaan sekolah itu, mengatakan bahwa di kelas hanya ada satu proktor yang bertugas mengatasi masalah teknis.

Sekolahnya ingin mengukur integritas siswa. Proses ujian harus baik, jujur, dan bertanggung jawab.

"Proses pengawasan seperti ini baru tahun ini dilakukan. Agar meningkatkan kejujuran," jelasnya.

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jatim turut melakukan sidak di dua SMK swasta.

ORI menemukan masalah koneksi di SMK PGRI 4. Koordinator Bidang Pendidikan ORI Jatim Vice Admira Firnaherera menilai, tahun ini kesiapan UNBK jauh lebih baik bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. (bri/ayu/elo/ama/c10/ayi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembacokan Satpam SMK di Kedungwaringin Bermotif Dendam?


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
UNBK  

Terpopuler