Cemburu, Istri Polisi Ajak Teman-teman Keroyok Gadis sampai Memar

Kamis, 04 Agustus 2016 – 05:57 WIB
Ilustrasi: pixabay

jpnn.com - FAKFAK - Seorang istri polisi diadukan ke SPKT Polres Fakfak, Papua Barat oleh ibu dan anak gadisnya, Selasa (2/8) malam lalu.

Si gadis merasa menjadi korban penganiayaan. Tidak terima dengan nasib anaknya, sang ibu, Kartini, mendampingi anaknya ke kantor polisi. Menurut Kartini, pelaku adalah istri dari seorang anggota Polres Fakfak yang bekerja di Sat Pol Air Polres Fakfak. 

BACA JUGA: 8 WN Papua New Guinea Ditangkap, 40 Butir Amunisi dan 3 Peledak Disita

Kepada Radar Sorong, Kartini mengatakan anaknya dipukul oleh beberapa ibu-ibu anggota polisi Senin (1/8) malam di Wagom Gunung. Malam itu, anaknya sedang berada di rumah temannya, dan tiba-tiba datang beberapa ibu-ibu yang diduga istri polisi.

Beberapa perempuan yang diduga istri polisi itu datang menggunakan kendaraan roda empat. Tak banyak cakap, anaknya langsung dikeroyok hingga korban mengalami luka memar di mukanya. 

BACA JUGA: Usai Gelar Hajatan, Ngadnan Gorok Leher Sendiri

Dari beberapa ibu-ibu itu, salah satunya istri anggota polisi yang bertugas di Polair Polres Fakfak. Atas perbuatan istri anggota Polres Fakfak itu, korban dan ibunya meminta agar Polres Fakfak dapat mengusut kasus penganiayaan yang dialami anaknya.

Menurutnya, kasus pemukulan anaknya yang dilakukan istri anggota Polisi tersebut didasarkan rasa cemburu kepada anaknya.“Anak saya dituduh selingkuh dengan suaminya yang anggota Polair Polres Fakfak,”ujarnya.

BACA JUGA: Lantamal II Padang Terima Kunker Wantimpres

Padahal anaknya ini tidak ada hubungan apa pun dengan suami pelaku penganiayaan tersebut.”Saya (korban) tidak punya hubungan apa pun dengan suami pelaku,” teriak korban dengan nada keras sambil menitikkan air mata di ruang SPKT Polres Fakfak. 

Korban pun saat itu meminta agar anggota Polisi yang bertugas malam itu dapat menghadirkan istri anggota Polres Fakfak itu di ruang SPKT. Namun dengan berbagai alasan, terduga pelaku penganiayaan tidak dihadirkan. 

Anggota SPKT menyarankan agar korban dan ibunya membuat laporan polisi lebih dulu, agar dengan dasar ini polisi dapat memanggil istri oknum polisi tersebut. (ric/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Oalah! Parpol Pengusung Calon Wagub Kepri Belum Satu Suara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler