CEO One Global Capital Lebih Tertarik Membangun Ancol Ketimbang IKN, Ini Alasannya 

Rabu, 01 November 2023 – 00:10 WIB
Pendiri dan CEO One Global Capital Iwan Sunito ternyata lebih tertarik membangun Ancol ketimbang IKN. Foto tangkapan layar zoom

jpnn.com, JAKARTA - Pendiri dan CEO One Global Capital Iwan Sunito menyampaikan perkembangan termutakhir terkait kondisi terkini pasar properti Australia.

Arsitek-pengembang paling produktif dan sukses di Australia ini mengungkapkan backlog perumahan dipicu oleh banyaknya imigran yang datang ke Australia.

BACA JUGA: BTN Beber Dampak Positif Insentif Jokowi Untuk Sektor Properti

Iwan mengatakan sebanyak satu juta imigran datang ke Australia.

"Sekitar 1 juta imigran masuk ke Australia," kata Iwan Sunito, kepada awak media melalui Zoom Meeting baru-baru ini.

BACA JUGA: Pemerintah Bakal Tanggung PPN Properti, BTN: Angin Segar Bagi Sektor Perumahan

Sebagai informasi, Crown Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan dan investasi properti yang berbasis di Sydney, Australia.

ONE Global Capital adalah sebuah sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang pengembangan properti dan dimiliki sepenuhnya oleh Iwan Sunito.

BACA JUGA: Remo Siap Jadi Mitra Strategis Atasi Tantangan di Sektor Properti di Indonesia

ONE Global Capital juga merupakan perusahaan yang memegang kendali penuh atas jaringan hotel apartemen terbaik di kota Sydney, SKYE Suites Green Square.

Hunian merupakan salah satu kebutuhan primer dalam kehidupan masyarakat dan krisis perumahan atau backlog perumahan menjadi isu yang makin mendesak.

Hal ini dipicu oleh tingginya tingkat urbanisasi.

Australia, seperti halnya Indonesia, menghadapi masalah serius dalam menyediakan perumahan yang terjangkau bagi warganya.

Meskipun masalahnya memiliki karakteristik yang berbeda, tantangan yang dihadapi mirip, yaitu ketersediaan perumahan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah.

Untuk mengatasi krisis perumahan, pemerintah Australia telah berusaha membangun lebih banyak perumahan melalui program satu juta unit perumahan dalam lima tahun ke depan dengan melibatkan investasi swasta.

Salah satunya dari dana pensiun, untuk membangun perumahan lebih lanjut.

“Saya melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan kebijakan strategis perusahaan mengingat potensi pasar properti Australia khususnya di Sydney," ujar Iwan Sunito.

Dia menambahkan kondisi pasar properti Australia khususnya di Sydney 2023 sungguh membuat keyakinan mereka makin tinggi dalam menghadapi tahun 2024.

Tahun 2023 merupakan momen yang luar biasa bagi One Global Capital.

“Pertama, saya sangat bersemangat untuk bisa segera mengumumkan peluncuran proyek One Global Capital pertama senilai Rp 4.5 triliun di Macquarie Park pada awal tahun 2024," ucapnya.

Dia menambahkan yang lebih membanggakan pihaknya berhasil mendapatkan DA approval dari dewan kota kota setempat dalam kurun waktu 8 bulan saja, di mana normalnya adalah 12 – 24 bulan untuk bisa mendapatkan persetujuan tersebut.

Macquarie Park dikenal sebagai kawasan pelajar di mana terdapat 44 ribu siswa yang menempuh pendidikan di Macquarie University.

Selain dikenal sebagai pusat teknologi, Macquarie Park juga merupakan salah satu kawasan medis terbesar di Sydney.

Dengan jalur  Metro baru yang akan selesai dibangun pada 2024, menghubungkan Macquarie Park dengan kawasan Barangaroo, sehingga waktu tempuh dapat dipangkas menjadi 18 menit.

Kedua, ujar Iwan, proses permohonannya untuk proyek One Chatswood senilai Rp 7.5 triliun juga  berjalan baik dan telah diterima oleh dewan kota.

Chatswood yang sering disebut adalah Beverly Hills di Pantai utara, merupakan salah satu pusat kota terbesar di suburban utara Sydney, dengan banyaknya acara konser musik dan pertunjukan di kawasan budaya yang dibangun khusus serta beragam seni jalanan publik yang fantastis.

Ini juga merupakan rumah bagi kuliner Asia yang menakjubkan dan jalanannya yang rindang mengarah ke taman yang rimbun.

“Saya cukup beruntung bisa mengakuisisi kedua lokasi ini sekitar 2 tahun yang lalu, pada awal tahun 2022. Namun yang lebih membuat saya bersemangat tentang apa yang akan terjadi di masa depan adalah tentang ‘building towards a greener future,” tambah Iwan Sunito.

Menurut Iwan, pihaknya telah menguji model ini di semua proyeknya di masa lalu dengan membuat taman luas secara horizontal dan vertikal di gedung tempat tinggal mereka.

Dan, akan mereka kembangkan pada proyek Macquarie Park dan Chatswood.

“Saya meyakini bahwa daerah Macquarie dan Chatswood merupakan magnet baru bagi para investor properti dari Asia Pasifik, khususnya pasar Indonesia," ucapnya.

Sementara, ketika ditanyakan apakah tertarik untuk ikut serta dalam proyek pembangunan IKN, Irwan mengatakan tertarik berinvestasi di IKN meski belum ada rencana. 

"Saat ini, belum ada rencana untuk berinvestasi ke IKN, tetapi kami terbuka jika pemerintah mengundang kami untuk bergabung," ujarnya.

Hingga kini, tercatat sebanyak 21 investor sudah dan akan melakukan groundbreaking di IKN dengan jumlah investasi mencapai USD 2 miliar atau setara Rp 330 triliun.

Perusahaan properti yang berbasis di Australia itu sepertinya fokus di Jakarta, tepatnya di Ancol. 

“Mendirikan proyek hunian kelas Dunia di Indonesia adalah imipian saya. Bagi kami, Ancol lebih menarik di mana bisa mendirikan cultural center atau education center. Dan dari Jakarta bisa ke mana-mana, ke IKN, Yogyakarta, Bali," cetusnya.

Dia ingin menciptakan Ancol sebagai city of the future di Jakarta, ditambah mereka punya tanah reklamasi kira-kira 500 hektare. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teratai Group Raih Rising Star Developer di Ajang Properti Indonesia Award 2023


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler