Cerdas! Kembangkan Wisata, Banyuwangi Incar Penggemar BMX

Jumat, 01 April 2016 – 19:56 WIB
Para penggemar BMX yang dibidik Pemkab Banyuwangi untuk mendongkrak wisatawan ke daerahnya. FOTO: ist for jpnn.com

jpnn.com - BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi terus mengembangkan wisata minat khusus (special interest tourism). Tentu saja tujuannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu. Salah satu yang dibidik adalah pasar pencinta aktivitas bersepeda BMX (Bicycle Moto-Cross). 

Kabupaten yang dipimpin Abdullah Azwar Anas itu menggelar event Banyuwangi International BMX yang digelar Jumat-Sabtu (2-3 April) di Sirkuit BMX Muncar. Event itu diikuti 328 atlet dari dalam dan luar negeri.

BACA JUGA: Penasaran! Peselancar Amerika-Eropa Jajal Sensasi Bono

”Dengan ajang tersebut, kami menarik perhatian pasar penggemar BMX yang sangat besar di Indonesia. Event ini jadi pengenalan juga kepada penggemar BMX bahwa kami punya sirkuit terbaik di Indonesia dengan standar Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI),” ujar Bupati Anas.

Anas mengatakan, Banyuwangi terus mengembangkan pasar wisata minat khusus berkonsep sport tourism seperti untuk para penggemar BMX, balap sepeda, berbagai jenis selancar, selam, dan sebagainya. 

BACA JUGA: Tentara dan Militer dari 35 Negara Bakal Hebohkan Sumbar

”Pasar penggemar BMX sangat besar. Jenis BMX menyumbang 20 persen dari total penjualan produsen sepeda. Ini niche market, pasar yang spesifik tapi potensinya besar. Saat ini terus membesar, apalagi BMX resmi mulai dipertandingkan di Olimpiade sejak 2008,” ujar Anas.

Menurut dia, pasar wisata ini belum banyak yang menggarap. Dia pun berlasan, jika Banyuwangi fokus untuk mengembangkan mass tourism seperti wisata buatan, Banyuwangi jelas kalah dari kota-kota besar. 

BACA JUGA: Kemenhub Rampungkan Pembangunan Pelabuhan Wasior

“Ini soal pemasaran wisata, jadi harus kreatif,” kata dia.

Dengan menggelar event BMX International, Anas berharap para penggemar BMX ke depannya bisa berkunjung dan menyalurkan hobinya beratraksi BMX di Banyuwangi. 

Jadi, dampak pasca-event tersebut cukup besar. Apalagi, jalinan komunitas BMX sangat besar dan kuat, sehingga pemasaran dari mulut ke mulut akan lebih mudah dilakukan.

”Saya baca salah satu riset Active Marketing Group di Amerika Serikat. Di sana, ada hampir 500.000 penggemar BMX yang menggunakan BMX-nya lebih dari 100 hari dalam setahun, lebih dari 10 persennya punya pendapatan setara hampir Rp1 miliar per tahun,” tuturnya.

“Di Indonesia, dari diskusi yang disampaikan teman-teman Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), banyak di antara penggemar BMX adalah kelas menengah ke atas. Ke depan mereka bisa beratraksi di Sirkuit Muncar Banyuwangi sekaligus berwisata,” imbuh Anas.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M.Y. Bramuda mengatakan, sirkuit BMX sengaja dibangun di kawasan Muncar untuk mendorong pemerataan destinasi anyar. 

Stimulus ini diharapkan memancing para pelaku usaha wisata untuk mengemas paket-paket wisata yang bisa menggaet wisatawan. ”Pemandangan pelabuhan di sana sangat menarik, dipenuhi perahu besar yang berwarna-warni, para pelancong pun bisa berbelanja beragam ikan laut. 

Setiap tahun, digelar tradisi Petik Laut Muncar yang terkenal itu. Ditambah lagi Teluk Biru yang memiliki keindahan bawah laut yang menawan. Sangat layak dipromosikan. Bisa dipaketkan, setelah bersepeda di sirkuit BMX, bisa berbelanja di pasar ikan atau menikmati Teluk Biru,” ujarnya.

Terkait ajang Banyuwangi BMX International, Bramuda menambahkan, terdapat 328 atlet nasional dan internasional yang akan berlaga pada kejuaraan ini. Di antaranya dari Swiss, Denmark, Malaysia, Thailand, Timor Leste, Denmark, Australia, dan Jepang. Indonesia sendiri menurunkan 3 atlet nasional terbaiknya. 

Dia yakin, event sport tourism tersebut bisa berdampak positif untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan Muncar. 

”Tim yang datang pasti bawa rombongan dan keluarga. Mereka menginap dan belanja dalam jumlah cukup besar. Masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonomi produktif seperti jualan suvenir, kuliner, dan jasa penunjang lainnya,” tuturnya. (eri/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenpar Tingkatkan Mutu SMK Pariwisata Hadapi MEA


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler