Cerita di Balik Kolaborasi Dialog Dini Hari dan Scaller

Minggu, 09 September 2018 – 18:42 WIB
Dialog Dini Hari dan Scaller di GWK, Bali, Sabtu (8/9). (Foto: Dedi Yondra/JPNN)

jpnn.com, BALI - Soundrenaline selalu menampilkan kolaborasi para musisi di setiap penyelenggaraannya. Tahun ini, band yang mereka satukan adalah Dialog Dini Hari asal Bali dengan Scaller dari Jakarta.

Kolaborasi ini terbilang cukup menarik. Sebab kedua band punya ranah musik berbeda. Dialog Dini Hari terkenal lewat karya-karya yang mengusung musik folk, sementara Scaller mantap dengan musik rock yang mereka satukan.

BACA JUGA: Dipasangkan dengan Scaller, Andien Kaget

Lantas, bagaimana dua band berbeda genre itu membangun kolaborasi ini? Di area Soundrenaline 2018 yakni GWK, Bali, JPNN.com berkesempatan berbincang dengan Dialog Dini Hari dan Scaller. Mereka menuturkan ide awal hingga cerita persiapan kolaborasi beda genre tersebut.

Bagaimana cerita awal di balik kolaborasi ini?

Dadan 'Dialog Dini Hari': Kami pikir awalnya kalau mau kolaborasi sama siapa ya, kalau band folk lagi kan biasa. Kenapa kami enggak coba yang lebih keras, jadi biar orang enggak tahu ekpektasi musiknya seperti apa. Dan kebetulan saya juga fan dari mereka, makanya saat dengerin saya pikir kayaknya harus coba bareng mereka (Scaller).

Kenapa Scaller tertarik dengan tawaran tersebut?

Reney 'Scaller': Kami ingin mencoba untuk menabrakan genre itu sendiri dan setelah dibahas, kami makin tertarik.

Apa sebelumnya kalian sudah saling kenal band masing-masing?

Dadan: Saya kebetulan sudah lama menyimak Scaller. Mereka punya musik yang keren dan berenergi. Nah, kebetulan Scaller baru-baru ini pindah ke Bali, jadi tetangga kami.

Reney: Kami tentu sudah lama tahu dengan Dialog Dini Hari. Tapi kerja bareng baru kali ini.

Berapa lama Dialog Dini Hari dan Scaller mempersiapkan untuk Soundrenaline 2018?

Dadan: Awalnya kami bertemu dan membahas apa yang akan disajikan. Setelah itu baru latihan, meski susah mengatur waktunya.

Reney: Empat kali (latihan). Di sana kami mencoba menyatukan musik yang selamai ini kami mainkan. Ternyata jadi sesuatu yang baru.

Apa tantangan terberat dalam kolaborasi ini?

Dadan: Waktu (persiapan) sedikit sih, karena saya juga baru habis tur dengan band satunya. Bahkan latihan pertama saya enggak bisa hadir karena pesawat delay. Jadi persiapan cuma dua minggu lah.

Bagaimana kalian menyatukan musik dengan latar berbeda?

Dadan: Kami mencoba main dengan gaya masing-masing. Mengalir saja. Ternyata menghasilkan sesuatu yang baru. Intinya kami saling mengisi. Kami saling mengeluarkan ide dari masing-masing aja.

Kolaborasi ini akan berlanjut atau hanya untuk Soundrenaline 2018?

Dadan: Sejauh ini ya hanya untuk penonton Soundrenaline 2018. Mungkin main kami akan berpikir bagaimana selanjutnya dengan Scaller ini.

Komentar kalian tentang festival Soundrenaline?

Dadan: Soundrenaline selalu menawarkan festival musik yang seru, diisi dengan band-band dan kejutan setiap tahunnya. Contohnya kami, tahun lalu kami kolaborasi dengan Endah N Rhesa, dan kolaborasi itu sempat berlanjut. Setiap tahun banyak kemajuan, dengan salah satu pencapaian justru mengundang pencapaian yang baru.

Reney: Soundrenaline enggak menutup kemungkinan di masa depan akan menghasilkan referensi musik yang baru setelah kolaborasi ini.

Kami sangat berkesan karena setiap bermain itu pasti ada sesuatu yg baru. Di tahun kedua kami ada proyek sama Andien dan ketiga kami ada kolaborasi sama Dialog Dini Hari.

Kolaborasi Dialog Dini Hari dan Scaller membawakan sedikitnya delapan lagu di Soundrenaline 2018. Yakni lagu, Flair, Nyanyian Langit, Live N Do, Jalan Dalam Diam, Sediakala, Move in Silence, The Youth, dan Oksigen. Mereka sukses membuat penonton yang hadir di GWK, Bali takjub. (mg3/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Yondra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler