Cerita Josua Soal Benda Angkasa yang Jatuh Menghantam Rumahnya

Selasa, 04 Agustus 2020 – 18:37 WIB
Benda angkasa berupa batu hitam yang jatuh dari langit ke rumah Josua Hutagalung warga Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (1/8) sore. Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, TAPTENG - Warga Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mendadak heboh, Sabtu (1/8) sore.

Penyebabnya, benda angkasa berupa batu hitam yang jatuh menghantam rumah seorang warga bernama Josua Hutagalung, 33.

BACA JUGA: Komplotan Perampok Beraksi, Ibu dan Anaknya Disekap, Uang Ratusan Juta Rupiah Raib

Josua kemudian mengabadikan peristiwa tersebut lewat video dan foto lalu mengungganya lewat akunnya di media sosial Facebook, Minggu (2/8).

Sebagaimana dilansir Antara, Josua yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat peti mati di Kolang itu mengaku terkejut.

BACA JUGA: Bocah Perempuan yang Tewas Terbakar Itu Ternyata Korban Pembunuhan Sadis, Begini Kronologinya

Ia menyebut, fenomena alam yang dialaminya adalah peristiwa langka. Karena dari sekian luas bumi, kenapa harus jatuh di samping rumahnya.

“Ini adalah fenomena alam yang kami yakini membawa keberuntungan bagi keluarga kami. Begitu luas bumi ini, kenapa harus ke rumah kami ini,” ujarnya ketika diwawancarai ANTARA, Senin (3/8).

BACA JUGA: Batu Meteor Berusia 4,5 Miliar Tahun Ditemukan di Pedalaman Australia Selatan

Josua pun menuturkan saat peristiwa kejadian pada Sabtu (1/8), itu ia sedang bekerja membuat peti mati, dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh di langit.

Warga sekitar menduga bahwa itu adalah suara petir. Berselang sekitar setengah jam terdengar benturan keras menghantam seng rumahnya yang mengakibatkan terjadinya getaran.

“Saya dan istri kaget dan langsung berlari melihat apa yang terjadi. Kami melihat ke samping rumah, atap rumah kami bocor dan berlobang bulat. Merasa penasaran, kemudian kami memeriksa lokasi sekitar samping rumah, dan kami mendapati tanah sudah berlobang dengan kedalaman sekitar 15 Cm,” bebernya.

Mereka kemudian menggalinya dan mendapati bongkahan batu hitam yang masih panas. Beratnya sekitar 2,2 kilogram. Dan anehnya air yang ada di sekitar batu terisap dan kering.

“Kami yakin benda angkasa ini adalah sisa benturan meteor yang terjadi di angkasa dan jatuh ke bumi. Dan kami yakini batu ini adalah pertanda baik bagi kami dan juga bagi desa kami ini,” kata ayah dua orang anak itu.

BACA JUGA: Kuburan Linda Novida Sari Dibongkar, Jasad Mahasiswi Unram Itu Akhirnya Diautopsi

Selain jatuh di samping rumah Josua, serpihan benda angkasa itu pun terjadi di sekitar persawahan di desa yang sama. Lokasinya sekitar 1 kilometer dari rumah Josua.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler