Cerita Mayjen Tugas Berperang Melawan Pandemi sampai Lupa Hari

Selasa, 13 Oktober 2020 – 15:10 WIB
Mayjen Tugas Ratmono selaku koordinator RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Covid19.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Seorang perwira TNI bernama Mayjen Tugas Ratmono menuturkan pengalamannya berperang melawan pandemi Covid-19.

Sebagai seorang tentara, kali ini musuh Tugas bukan pasukan bersenjata, melainkan virus tak kasatmata yang menyebabkan pandemi global.

BACA JUGA: Mayjen Tugas Ratmono: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Menurun

Mayjen Tugas merupakan koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Posisi itu membuat Tugas sibuk mengurus rumah sakit bagi pasien Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya tersebut.

Selain itu, pria asal Kebumen, Jawa Tengah tersebut juga kebagian jatah menjadi narasumber untuk program acara Update RS Darurat Covid-19 setiap Senin.

BACA JUGA: Mayor Jenderal Tugas Ratmono: 3M Cara Mudah Memutus COVID-19

“Hampir setiap hari kegiatan kontrol rutin mulai dari kebutuhan obat pasien, memastikan fasilitas infrastruktur, sarana, dan prasarana di Wisma Atlet itu berjalan baik," ujar Tugas usai menjadi pembicara diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Senin (12/10).

Oleh karena itu Tugas benar-benar supersibuk. Saking padatnya kegiatan dalam rangka menangani Covid-19, Tugas sampai menunda jadwal pangkas rambut.

BACA JUGA: Pesan Pak Doni: Abai Protokol Kesehatan Bakal Dimintai Tanggung Jawab di Akhirat

Sebagaimana disitat dari dari laman Satgas Covid-19, Selasa (13/10), Tugas merupakan lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepamilsuk) pada 1989. Saat ini tentara kelahiran 13 September 1963 itu mengemban amanah sebagai kepala Pusat Kesehatan TNI.

Tugas lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1990. Selanjutnya, dia memperoleh gelar master bidang kajian rumah sakit dari Universitas Indonesia (UI) pada 2015.

Pada 2016, Tugas meraih gelar doktor bidang hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

Semangat Tugas tak pernah padam dalam mengampanyekan hidup sehat dengan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Dia selalu mengampanyekan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

Ketika mendatangi program acara Update RS Darurat Covid-19 di Graha BNPB, Tugas didampingi ajudannya, Letnan Dua Iswahyudi. Tugas yang datang lebih awal muncil dengan seragam tentara, serta bermasker penutup hidung hingga dahu.

Berpangkat tinggi dengan jabatan mentereng tak membuat Tugas kehilangan kejenakaan. Misalnya, Tugas menjawab dengan canda ketika pembawa acara memintanya memberikan jawaban panjang atas setiap pertanyaan.

"Bukan saya kalau jawabannya pendek-pendek," ujarnya sembari tertawa.

Menurut Tugas, dirinya saat ini sedang berkonsentrasi pada kewajibannya. "Semua saya lakukan demi negara sampai-sampai saya lupa ini hari apa,” katanya.(tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler