Cerita Menteri Teten soal UMKM Terpukul dari 2 Sisi akibat Pandemi

Rabu, 17 Maret 2021 – 18:48 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Foto; Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan pandemi Covid-19 memaksa masyarakat harus melakukan pembatasan sosial.

Menurut dia, pembatasan tersebut pada akhirnya membuat pelaku UMKM mengalami penuruan pendapatan secara drastis karena tidak bisa berjualan.

BACA JUGA: Menteri Teten: UMKM Jangan Hanya Buat Keripik

"Pelaku UMKM pendapatnya turun. Kegiatan usaha terganggu," ucap Teten dalam wawancara khusus dengan GenPI.co di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (17/3).

Di sisi lain, kata Teten, daya beli masyarakat selama pandemi juga mengalami penurunan. Tidak sedikit karyawan dipecat saat pandemi, sehingga produk UMKM kekurangan pembeli.

BACA JUGA: Harapan Menteri Teten, Pahlawan Digital dan UKM Award Jadi Role Model Masa Depan

"Jadi UMKM terpukul dari dua sisi," ujar Teten.

Mengacu survei Universitas Indonesia, kata Teten, pendapatan sembilan dari sepuluh pelaku UMKM turun  selama pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Perpres Baru dari Pak Jokowi Bisa Bantu Memajukan UMKM

Teten lantas berbicara tentang UMKM yang berkegiatan di perkantoran dan sekolah. UMKM itu praktis tidak berjualan selama pandemi karena perkantoran dan sekolah tutup.

"Mereka kebanyakan pendapatannya turun. Ada yang sama sekali tidak bisa berusaha," ujar mantan kepala staf kepresidenan itu.

Namun, kata Teten, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memulihkan perekonomian selama pandemi. Satu di antara program tersebut juga menyentuh sektor UMKM di Indonesia.

"Pertama meringankan cash flow, program relaksasi pinjaman, termasuk juga kepada koperasi. Kemudian ada subsidi listrik. Kemudian usaha mikro dibantu dengan modal kerja di bank," tuturpria Garut itu.(ast/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler