Cerita Mistik Warga di Sekitar Perlintasan Kereta Api Bulak Kapal, ada yang Sering Cium Bau Darah

Jumat, 21 Agustus 2020 – 04:11 WIB
Ilustrasi jalur kereta api. Foto: Natalia Laurens/JPNN

jpnn.com, BEKASI - Perlintasan kereta api di Bulakkapal, Bekasi Timur kembali memakan korban. Terbaru, pada Rabu (19/8) sore, seorang pemotor tewas ditabrak kereta.

Hingga saat ini perlintasan kereta di Bulak Kapal tiada berpalang, sehingga tidak ada sinyal peringatan.

BACA JUGA: Jumlah Penumpang Melonjak, Daop 1 Jakarta Tambah Perjalanan Kereta Api

Kejadian mistik atau tak kasat mata di lokasi tersebut rupanya kerap dirasakan warga di sekitar lokasi.

“Sering banget cium (bau) anyir seperti darah. Terus nyium seperti bangkai,” ucap Lukman (48) kepada PojokBekasi, Kamis (20/8).

BACA JUGA: Simak ini Persyaratan Program Gadai Peduli dari Pegadaian

Tak hanya itu, Lukman juga mengaku melihat ada tetesan darah saat sedang berkumpul bersama teman-temannya di dekat rel. Hal itu terjadi sepekan sebelum kejadian nahas pada Rabu kemarin.

“Saya lagi nongkrong di bawah pohon biasa sekalian ngopi. Nah tiba-tiba ada tetesan darah. Saya kira ada hewan mati, pas dilihat gak ada hewan itu. Ya mungkin dekat sama kuburan di sini ya, jadi cerita mistik kencang di sini,” sambungnya.

BACA JUGA: Video Adhisty Zara & Zaki Pohan, Mbah Mijan: Kalian Harus Paham, Rakyat Indonesia Tidak Suka yang Tanggung

Sementara, Aris (52), tukang ojek yang mangkal di sekitar perlintasan, mengaku setiap bulan pasti ada kecelakaan di perlintasan Bulak Kapal.

“Pasti dalam sebulan ada kecelakaan, tapi tidak menentu sebulan itu,” tuturnya.

Di samping itu, meski ada juru parkir yang berjaga di perlintasan untuk melihat kedatangan kereta, namun pengendara terkadang tak mengindahkan peringatan.

“Sudah beberapa kali diperingati bahwa kalau ada kereta lewat dan bahkan diteriakin, tetapi tetap saja banyak masyarakat yang bandel,” tuturnya.(dil/PojokBekasi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler