Cetak KIA atau KTP Anak Bisa Melalui Anjungan Mirip ATM

Senin, 01 Juli 2019 – 06:01 WIB
Ketum Korpri Zudan Arif Fakrulloh. Foto: Humas Kemendagri

jpnn.com, JAKARTA - Saat ini mencetak Kartu Identitas Anak atau KIA sudah bisa melalui anjungan yang mirip ATM.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah mengatakan, konsep anjungan dokumen kependudukan sama dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk tarik dan setor uang yang dimiliki bank.

BACA JUGA: Alhamdulillah.. KIA Bangkit Lagi Berkat Indomobil Group

Saat ini, anjungan yang sudah tersedia adalah Anjungan KIA Mandiri (AKM) untuk mencetak KIA atau KTP Anak.

"Melalui AKM, KIA bisa didapat semudah mengambil uang di ATM," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (28/6).

BACA JUGA: Kia Akan Luncurkan SUV Seltos di India

Zudan menjelaskan, saat ini, ada beberapa daerah yang sudah menyediakan fasilitas tersebut. Di antaranya di Kota Tangerang Selatan, Banten dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dia berharap, daerah lainnya juga bisa mengikuti.

"Sudah kita ajak sejak rakornas bulan februari 2019 dengan program dukcapil go digital," imbuhnya.

BACA JUGA: Kia Seltos Resmi Mengaspal, Berikut Spesifikasinya

BACA JUGA: Ketentuan soal Rombel di Permendikbud 51 Mestinya Juga Direvisi

Lantas, bagaimana dengan dokumen kependudukan lainnya? Biroktat asal Sleman itu mengakui, baru dokumen KIA yang sudah siap menggunakan infrastruktur anjungan.

Saat ini, pemerintah masih mengembangkan prototipe anjungan untuk Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, hingga E-KTP. Dia berharap kajiannya bisa segera diselesaikan.

Selain anjungan, digitalisasi dokumen kependudukan yang tengah berjalan adalah tanda tangan elektronik (TTE) untuk akta kelahiran dan kartu keluarga. Terobosan itu sudah dilaksanakan 401 Dinas Dukcapil (Disdukcapil) daerah.

Berdasarkan data Ditjen Dukcapil, saat ini sudah ada sejumlah 1.406.370 kartu keluarga dan 559.867 Akta Kelahiran yang ditandatangani secara elektronik. Keuntungan penerapan TTE adalah pengesahan dokumen kependudukan bisa diselesaikan secara cepat, terdokumentasi secara elektronik, hemat, efisien.

BACA JUGA: Peringkat Perguruan Tinggi: UI Turun, UGM dan Unair Naik

"Pegawai Dukcapil bisa bekerja dari manapun. Bahkan bisa dari luar negeri maupun saat di perjalanan. Yang penting ada WiFi," ujarnya.

Zudan menceritakan, saat ini, di kantornya sudah tidak banyak lagi berkas yang bertumpuk untuk ditandatangani pasca-pemberlakuan TTE. (far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penjualan Menurun, Kia Tutup Pabrik di Cina


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler