Chelsea Vs Eintracht Frankfurt: Menunggu Gol ke-11 Olivier Giroud

Kamis, 09 Mei 2019 – 13:53 WIB
Olivier Giroud (kanan). Foto: AFP

jpnn.com, LONDON - Bomber Chelsea asal Prancis Olivier Giroud harus memilih di antara dua pilihan. Dia ingin The Blues sukses memenangi Liga Europa yang sekaligus trofi pertamanya untuk klub. Di sisi lain, dia juga tak mau melewatkan kesempatan untuk menyabet award personal sebagai top scorer Liga Europa. Pertama dalam kariernya.

Faktanya kutukan top scorer Liga Europa masih tetap berlangsung enam musim terakhir. Ya sejak Radamel Falcao Garcia mampu mengantarkan Atletico Madrid menjuarai Liga Europa 2011 – 2012, sekaligus menyudahi turnamen tersebut dengan status pencetak gol terbanyak, tak ada lagi yang bisa melakukannya.

BACA JUGA: MU Gagal Finis di 4 Besar, Arsenal di Ujung Tanduk, Chelsea Lolos ke Liga Champions

Bahkan, rata-rata cuma mentok sampai perempat final. Seperti dialami Ciro Immobile di musim lalu. Ollie, sapaan akrab Giroud, berambisi menyudahi kutukan top scorer Liga Europa. Golnya dibutuhkan Chelsea agar memenangi leg kedua semifinal melawan Eintracht Frankfurt, di Stamford Bridge, London, dini hari nanti WIB.

''Saya harus menuntaskan pekerjaan ini,'' ucap Giroud, seperti dikutip di situs resmi klub.

BACA JUGA: Chelsea Salip Tottenham, Manchester United Gagal Lolos ke Liga Champions

Di Liga Europa musim ini Giroud telah mengumpulkan sepuluh gol. Capaian gol terbanyaknya sepanjang berkiprah di turnamen Eropa. Entah di ajang Liga Europa, atau di Liga Champions.

Jumlah gol itu pun cuma terpaut dua gol dari koleksi El Tigre, julukan Falcao, saat dapat jadi top scorer musim 2011 – 2012. Walaupun, pada leg pertama di Frankfurt dia terisolasi. Dia hanya mampu melakukan dua kali tembakan dan kedua-keduanya meleset. Justru Pedro yang di laga itu jadi pembeda.

BACA JUGA: Semifinal Liga Europa: Arsenal dan Chelsea Buka Jalan ke Final

(Baca Juga: Arsenal dan Chelsea Buka Jalan ke Final)

Dia pun membeberkan handicap yang ditemuinya ketika menghadapi Die Adler, julukan Eintracht. Terutama ketika berhadapan dengan back three ala Adi Huetter, der trainer Eintracht. ''Mereka benar-benar mampu bertahan dengan sangat dalam. Saya pikir mereka mengerti apa yang akan kami lakukan dengan gelandang-gelandang kami,'' ulas mantan pemain Arsenal itu.

Di Liga Europa musim ini, minimal pada setiap fase Giroud selalu jadi pembeda. Karena itu layak ditunggu gol ke-11-nya. Apalagi setelah dia melewatkan tiga pekan tanpa satu gol pun bagi skuad asuhan Maurizio Sarri itu. ''Kami harus tunjukkan karakter kami, target itu berada di tangan kami sendiri,'' lanjut Giroud yang telah digosipkan bisa meninggalkan London Cobham, kamp latihan Chelsea, musim depan.

Dalam konferensi pers tadi malam WIB, gelandang Ruben Loftus-Cheek menganggap di leg pertama akan jadi patokan. Pemain-pemain di second line seperti dirinya harus lebih kreatif. Pengalaman di Liga Europa musim ini jadi modalnya. ''Saya merasa benar-benar telah memberi bantuan bagi tim ini,'' ungkap Loftus-Cheek, yang akan jadi tulang punggung lini tengah ketika N'Golo Kante belum pulih dari cedera.

Kans Cesar Azpilicueta dkk untuk menyentuh laga final Liga Europa keduanya fifty-fifty. Eintracht masih punya potensi membuyarkan impian Sarri mengangkat trofi juara Eropa untuk pertama kali. Pada leg pertama, kedua klub berbagi skor sama, 1-1. ''Kami akan lakukan segala hal di Stamford Bridge dan menciptakan keajaiban (lolos ke final Eropa pertama),'' klaim Fredi Bobic, mantan bomber timnas Jerman yang kini menjabat sebagai Direktur Olahraga Eintracht, kepada Die Welt. (ren)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Arsenal Vs Valencia: Sekalian Mengejar Tiket Liga Champions


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler