China Janjikan Kemakmuran Bersama Partai Komunis

Minggu, 22 Agustus 2021 – 00:55 WIB
Ketua Komite Nasional Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC), Wang Yang, tiba di bandara sebelum perayaan 70 tahun kekuasaan China atas Tibet di Lhasa, Wilayah Otonomi Tibet, Rabu (18/8/2021). Foto: ANTARA/cnsphoto via Reuters

jpnn.com, BEIJING - China menandai 70 tahun kendalinya atas Tibet pada Kamis (19/8) dengan sebuah perayaan di Lhasa dan imbauan untuk menerima kekuasaan Partai Komunis.

Beijing telah menguasai wilayah barat yang jauh itu sejak 1951, setelah Tentara Pembebasan Rakyat masuk dan mengambil kendali negara itu dalam "pembebasan damai".

BACA JUGA: China Minta Taliban Segera Memerangi Kelompok Islam Ini

"Tibet hanya dapat berkembang dan makmur di bawah kepemimpinan partai dan sosialisme," kata Wang Yang, kepala organisasi nasional yang bertanggung jawab menyatukan semua ras dan partai di bawah kepemimpinan Partai Komunis, dalam acara di ibu kota Tibet itu.

Perayaan yang dihadiri hampir 1.000 orang itu digelar di kaki Istana Potala yang ikonik.

BACA JUGA: Mesra dengan Taliban, China Bakal Dapat Banyak Proyek di Afghanistan

Istana itu menjadi salah satu tempat suci umat Buddha yang dikaitkan dengan para Dalai Lama.

Acara yang disiarkan langsung lewat televisi secara nasional itu secara mencolok menampilkan potret Presiden China Xi Jinping setinggi empat lantai yang menjulang tinggi di atas penonton.

BACA JUGA: 3.000 Kartu Vaksin Palsu Disita, Ternyata Made in China

Propaganda tahun 1950-an dan 1960-an biasa memajang potret Mao Zedong dalam acara pawai dan perayaan untuk mendorong kultus pribadi terhadap dirinya dan membangun kesetiaan.

Sebagian besar pemimpin setelah Mao melarang praktik semacam itu, meskipun di bawah presiden saat ini, potret diri Xi, orang-orang dekatnya, dan juga potret empat pemimpin sebelumnya dipasang secara luas di Tibet.

Para pemimpin partai dari suku Han yang ateis di Beijing juga melakukan upaya ekstra untuk menanamkan loyalitas pada masyarakat Tibet yang banyak menganut Buddha dan memandang Dalai Lama sebagai pemimpin spiritual mereka.

Beijing mencap Dalai Lama saat ini --yang diasingkan di negara tetangga mereka, India-- sebagai separatis berbahaya.

Sebagai penggantinya, China mengakui Panchen Lama yang sekarang sebagai pemimpin agama tertinggi di Tibet.

Sebagai simbol kekuasaan partai atas Buddhisme Tibet, Wang menghadiahkan plakat peringatan kepada Panchen Lama di acara itu. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler