China Kirim Tentara ke Pulau Dekat Taiwan, Latihan atau Ancaman?

Sabtu, 26 Februari 2022 – 22:56 WIB
Kapal perusak rudal tipe 052D milik Angkatan Laut China bersama kapal lainnya memasuki wilayah garis khatulitisiwa. Foto: ANTARA/HO-PLA Navy/mii

jpnn.com, BEIJING - Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melakukan latihan pendaratan di Laut China Timur dengan menggunakan kapal perang baru.

Satu unit kapal pendaratan besar dan dua kapal pendaratan utilitas telah melakukan pelatihan terintegrasi dalam menjalankan misi pendaratan amfibi di wilayah yang dirahasiakan di Laut China Timur, demikian pernyataan Komando Angkatan Laut Armada Timur PLA di Beijing, Sabtu.

BACA JUGA: Ukraina Dibombardir Rusia, China Minta Warganya di Sana Diam Saja

Kapal tersebut dapat mengangkut kendaraan lapis baja berikut pasukan sehingga sangat cocok untuk menjalankan misi pendaratan berskala besar.

Komando Armada Timur menyatakan bahwa latihan tersebut untuk menguji kemampuan tempur kapal pendaratan dalam jangka waktu yang lama dan berdaya jelajah jauh.

BACA JUGA: China Bela Rusia, Taiwan Pilih Bersama Negara-Negara Demokratis

Sementara itu, pihak Kementerian Pertahanan Nasional China (MND) mengakui bahwa lokasi latihan tersebut dekat dengan wilayah Taiwan.

Operasi PLA berada di kawasan dekat wilayah udara dan maritim Taiwan dengan mengerahkan beberapa satuan kecabangan dinas militer, kapal, dan pesawat sebagai respons terhadap pasukan pendukung kemerdekaan Taiwan, demikian juru bicara MND Kolonel Senior Tan Kefei.

BACA JUGA: Taiwan Kecam Aksi Songong Pesawat Tempur China, Kolonel Tan Sebut Realitanya Lebih Mengerikan

"Selama pasukan separatis Taiwan tidak berhenti melakukan provokasi, PLA tidak akan berhenti bertindak demi menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," ujarnya.

Beijing sebelumnya juga menyoroti keprihatinan pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen atas invasi Rusia terhadap Ukraina.

Apa yang terjadi antara Ukraina dan Rusia itu merupakan sengketa kedua negara berdaulat. Masalah Taiwan itu urusan dalam negeri China. Empati semacam itu adalah rekayasa untuk mengeksploitasi krisis Ukraina yang berbeda sama sekali dengan situasi di Selat Taiwan, demikian MND. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler