China Ungkap 11 Kasus Kejahatan terkait Varian Delta

Kamis, 12 Agustus 2021 – 11:56 WIB
Varian Delta Covid-19 terdeteksi di sejumlah daerah luar Pulau Jawa dan Bali. Foto/Ilustrasi swab: Ricardo/JPNN

jpnn.com, BEIJING - Dalam tiga pekan terakhir, Biro Keamanan Publik Provinsi Henan, China, berhasil mengungkap 11 kasus kejahatan terkait dengan munculnya kasus COVID-19 varian Delta.

Biro keamanan di wilayah tengah China itu pada Rabu (11/8) mengklasifikasi 11 kasus tersebut menjadi beberapa jenis.

BACA JUGA: Kritik Mendag, Dokter Tirta: Ini Mau Dagang PCR Atau Bagaimana?

Disebutkan, modus kejahatan itu di antaranya menyembunyikan riwayat perjalanan, menolak tes PCR, tidak kooperatif dalam upaya pencegahan COVID-19, dan mengganggu ketertiban umum dengan sengaja.

Seorang pria di Kota Zhengzhou bermarga Li dikurung dalam sel tahanan selama 15 hari dan didenda sebesar 500 yuan (Rp1,1 juta) karena menolak memindai kartu kesehatan dan memukul beberapa relawan prokes COVID-19.

BACA JUGA: Jenderal Andika Perkasa: Kami Turut Berdukacita atas Meninggalnya Istri Mas Dedi

Dua orang warga di Zhengzhou dan Jiyuan juga ditahan karena menolak perintah tes PCR.

Dari dua orang tersebut, satu di antaranya ditahan tujuh hari karena menolak mengenakan masker dan memaki-maki petugas.

BACA JUGA: Cerita Evi tentang Gagasan Irjen Fadil Imran yang Membuatnya Merinding

Sedangkan lainnya ditahan karena menyerobot antrean tes PCR dan melawan polisi.

Lima orang lainnya dari berbagai kota di Henan diamankan polisi atas dugaan menyebarkan informasi palsu, demikian media China melaporkan.

Sebelumnya juga polisi juga menangkap seorang pendamping pasien COVID-19 karena menyembunyikan riwayat perjalanan.

Hasil tesnya menyatakan positif COVID-19 pada 30 Juli. Padahal sejak tanggal 16 Juli tersangka berulang kali mendatangi kafe di dekat rumah sakit, seperti diberitakan ANTARA sebelumnya. (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Delta   Varian Delta   China   Covid-19  

Terpopuler