Chris Brown Dituduh Lakukan Penipuan

Kamis, 23 Juli 2015 – 06:22 WIB
Chris Brown menggendong anaknya, Royalty, saat menghadiri Billboard Music Awards. Kemarin, melalui Twitter, dia membatalkan konsernya di Indonesia. (gossiponthis)

jpnn.com - JAKARTA – Secara mendadak, Chris Brown, 26, membatalkan rencana konsernya di Indonesia. Pelantun Find China itu sejatinya menggelar konser di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, pada 25 Juli mendatang. Namun, kemarin melalui Twitter-nya, bapak satu anak itu mengumumkan bahwa konser tersebut batal karena alasan keamanan.

 

Itu bukan kali pertama dia membatalkan konsernya di Indonesia. Sebelumnya, mantan kekasih Rihanna tersebut melakukannya pada 2011 dengan alasan jadwal konser bentrok dengan syuting film perdananya.

BACA JUGA: SStt...Chika Sudah Ngaku Mama Baru untuk Anaknya Deddy Corbuzier

Pada 2013, konsernya batal lagi karena ada konflik internal di manajemen Brown. Brown membantah kalau dia akan konser di Jakarta. Pihaknya menyatakan tidak mengenal promotor yang mengaku akan menyelenggarakan konsernya.

BACA JUGA: Sikap Kim Woo-bin Seperti Ini yang Bikin Shin Min-ah Jatuh Hati

Kali ini, pembatalan kembali terjadi, yakni tiga hari sebelum hari H. Kabar batalnya konser peraih Grammy Awards itu telah dibenarkan perwakilan promotor E-Motion Entertainment, Rangga Ibiza. Saat dihubungi melalui sambungan telepon kemarin (22/7), Rangga menyatakan, pihaknya telah menerima konfirmasi sementara soal hal itu.

’’Iya benar. Chris Brown batal konser karena ada sejumlah pertimbangan dari manajemennya,’’ katanya. Saat disinggung mengenai penyebabnya, Rangga menjelaskan pihaknya belum menerima informasi yang resmi dari manajemen Brown.

BACA JUGA: Choi Ji Woo Akan Bintangi Our Heaven

Namun, dia mengungkapkan, masalah keamanan di dalam negeri menjadi salah satu penyebabnya. ’’Kami masih menunggu kepastian dari pihak Chris Brown. Tapi, rupanya, mereka telah melihat kondisi keamanan di Indonesia,’’ tuturnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, kasus kerusuhan di Tolikara, Papua, beberapa waktu lalu ikut memengaruhi keputusan manajemen Brown. ’’Ini menjadi masalah yang sensitif buat mereka,’’ tuturnya. Manajemen memiliki standar keamanan tersendiri untuk menyelenggarakan konser di sebuah negara.

’’Mungkin bagi kita, orang Indonesia, kerusuhan Tolikara merupakan isu yang tidak perlu dibesar-besarkan. Saya rasa masih banyak yang tidak tahu ada kejadian itu,’’ terang Rangga. Namun, tetap saja, hal itu dikhawatirkan pihak artis.

Soal apakah ada rencana untuk menjadwal ulang konser Brown di tanah air, promotor belum dapat memastikan hal tersebut. Promotor saat ini fokus melakukan proses refund tiket yang mulai dilakukan pada 3 Agustus.

Sementara itu, Brown telah merampungkan konsernya di Filipina pada Selasa (21/7). Kemarin (22/7) ternyata dia mendapat masalah ketika hendak meninggalkan negara tersebut. Dia sempat tertahan oleh penegak hukum di negara itu.

Sebagaimana dilaporkan Associated Press dari Manila, Brown dan manajernya dilarang meninggalkan Filipina setelah rampung menggelar konsernya. Itu merupakan buntut dari pembatalan konser mendadak di Manila pada 31 Desember 2014.

Oleh promotor, Brown dituduh telah melakukan penipuan karena membatalkan konser malam tahun baru di menit-menit terakhir. Kala itu Brown beralasan paspornya hilang sehingga tidak bisa berangkat ke Filipina. (dod/AP/c23/jan)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akibat Insiden Tolikara, Chris Brown Batalkan Konser


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler