Cinta Beda Agama tak Direstui, Dokter Cantik Kabur dari Rumah

Jumat, 15 April 2016 – 08:03 WIB
Maria, orangtua dr NH, saat memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Edwin/Metro Siantar/JPG

jpnn.com - DOKTER cantik inisial NH (25), kabur dari rumah orangtuanya di Sarudik, Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut, pada pertengahan Maret 2016 bersama pacarnya Oki, warga Kisaran. NH kabur karena cinta beda agama tak direstui ibundanya.

Hal itu diungkapkan ibu NH, Maria Magdalena (48) kepada wartawan, Selasa (12/4) di Aek Tolang, Pandan. 

BACA JUGA: Ketahuilah, Lompat Batu Ada Ritualnya

Maria mengungkapkan bahwa pada 25 Maret lalu, putrinya NH pulang dari Medan bareng dengan adiknya Mel nyetir mobil sendiri untuk merayakan Paskah, karena bapaknya baru beberapa tahun meninggal. 

Setibanya di rumah, NH bertanya kepada ibunya apakah ia sudah bisa menikah. Dijawabnya sudah, karena sudah dewasa.

BACA JUGA: Merasakan Tinggal di Korea Utara, Negeri Tertutup Sahabat Indonesia

“Kalau begitu kenalkanlah dulu siapa calon suamimu, biar aku tahu. Saat itulah ia menyebut nama si Oki. Sayapun melarangnya, karena dulu pun saya tidak setuju hubungan mereka karena beda agama. Saat itulah, ia langsung mengambil sepedamotor dan keluar. Kami tunggu sampai pagi tak juga pulang. Rupanya, menurut keterangan adiknya (Mel, red), si Oki ikut ke Sibolga naik mobilnya sendiri. Makanya kami yakin bahwa dia (NH) pergi sama Oki,” ujar Maria.

Walaupun Maria yakin putrinya kabur bersama Oki, namun mereka tetap melakukan pencarian ke rumah sejumlah keluarganya, baik yang ada di Tapteng maupun Sibolga. Tapi, hasilnya nihil. 

BACA JUGA: Inilah Penjara Khusus Pelaku Hohohihi...Maluuuuu

Setelah berembuk dengan keluaga di Tarutung, Tapanuli Utara (Taput), mereka akhirnya berangkat ke Sidomukti Kisaran, Kabupaten Asahan.

“Ternyata betul, putri kami berada di rumah orangtua Oki,” sebut Maria.

Akhirnya, mereka membawa NH kembali ke Sibolga. 

Tapi, tidak berselang lama, dr NH kembali kabur dari rumah. Teleponnya juga gak aktif-aktif. 

“Kami pun kembali berangkat ke Kisaran ke rumah orangtua Oki mencarinya,” beber Maria.

Setibanya di sana, beberapa orang suruhan Oki menghadang keluarga orangtua NH. Bahkan salah seorang dari mereka atas nama Put mengaku sudah mengawinkan Oki dengan dr NH. Mendapat penjelasan seperti itu, keluarga Maria tidak terima.

“Apa dasar orang lain mengawinkan anak saya,” cetus Maria.

Tapi, bukan jawaban yang diterima, malah Put hendak memukul Maria, orangtua dr NH. Beruntung saat itu ada Kepling Sidomukti bermarga Piliang, berusaha menghalangi sehingga tidak sempat terjadi pemukulan.

“Hal ini lah yang membuat kami tidak habis fikir, kenapa mereka tega mengawinkan anakku tanpa ada persetujuan saya. Apalagi dikawinkan tidak sesuai ajaran kepercayaan kami. Dan, paling menyakitkan, saya mau dipukul karena ingin menjemput anak saya,” ujar Maria sedih, seperti diberitakan Metro Siantar (Jawa Pos Group).

“Mereka benar-benar tidak punya tatakrama. Tega kali mereka berbuat demikian. Kalaupun anak saya itu harus dikawinkan dengan beda keyakinan, tapi ada tatakrama dan adat, mungkin bisa dicari jalan lain. Tapi yang kami dapat justru ancaman dan makian,” keluh Maria, dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengungkapkan bahwa anaknya dr NH bekerja di salahsatu Puskesmas di Kota Medan. Sementara Oki sendiri merupakan anak Bah, pejabat di Pemkab Asahan. 

Tapi sayang, hingga kemarin Bah belum berhasil dikonfirmasi. Ketika ditemui di kantornya, Bah juga tidak ada.  Ponselnya juga tidak aktif. (ing) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Konon, Tumbal itu Berupa Kepala Manusia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler