Cinta Segitiga Berujung Pembacokan

Rabu, 19 Desember 2012 – 10:40 WIB
MUARABULIAN – Peristiwa berdarah terjadi di areal perkebunan karet milik Sahuri, RT 25, Kelurahan Bulian, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Selasa (18/12). Ari (30), warga Desa Kilangan, Kecamatan Muarabulian, dikeroyok dua pekerja kebun asal Pandeglang, Provinsi Banten, dengan mengunakan senjata tajam.

Perlawanan yang tidak sebanding membuat Ari terluka parah. Dia mendapat dua luka bacok di bagian leher belakang sebelah kanan serta luka di bagian lengan kiri. Untung saja korban mampu menyelamatkan diri dari serangan kedua pelaku. Dalam kondisi kepala dan leher penuh darah, dia berlari sejauh 30 meter dari areal kebun karet lokasi pembacokan menuju tepi jalan aspal.

Tiba di tepi jalan, korban langsung jatuh tersungkur. Warga sekitar maupun pengendara yang melihat korban segera mengambil tindakan. Warga berupaya meminta pertolongan ke pihak kepolisian.

Tim dari Polres Batanghari kemudian datang ke TKP. Sebagian tim segera mengevakuasi korban ke rumah sakit Hamba Bulian. Tim lainnya melakukan olah TKP dan sisanya melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang langsung kabur setelah membacok korban.

Hasil pantauan di TKP, areal lokasi pembacokan terlihat penuh darah berceceran. Bahkan, kulit dan rambut korban masih berada di TKP saat itu. Termasuk barang bukti sebilah parang, sandal korban dan pelaku serta handphone pelaku. Seluruh barang-barang bukti itu dimasukkan anggota kepolisian dalam keranjang plastik untuk disita.

Setengah jam setelah peristiwa berdarah itu, dua pelaku pembacokan akhirnya diamankan. Tersangka Sp (23) dan Ac (15), warga Pandeglang, Banten, ditangkap di Pal 3 Muarabulian. Dua tersangka itu ditangkap tanpa memberikan perlawanan saat bersembunyi di belakang rumah warga.

“Saya mendapat laporan ada dua orang mencurigakan bersembunyi di belakang rumah. Dugaan saya orang asing itu adalah pelaku. Saya temui dan tanyai akhirnya mereka mengaku,” kata Kasat Reskrim Polres Batanghari AKP Soekamto.

Peristiwa pembacokan ternyata dipicu cinta segitiga. Ari, selama ini dendam terhadap tersangka Ac, karena wanita yang dia cintai lebih memilih berpacaran dengan pria berusia 15 tahun itu.

Kesal cintanya ditolak, Ari telah mempersiapkan diri untuk menganiaya pelaku Ac, kemarin (18/12). Niat untuk melakukan penganiayaan itu bahkan telah diutarakan Ari kepada seorang ibu, rekan kerja kedua pelaku.

“Ibu teman kerja kami itu nyuruh supaya kami menyingkir, ibu itu ngomong Ari mau datang untuk mukul kami,” kata pelaku Ac saat ditanyai di Mapolsek Kota Bulian.

Warning dari ibu itu ternyata tidak digubris kedua pelaku. Mereka tetap bekerja di lokasi pembibitan hingga korban Ari datang. Info yang disampaikan ibu rekan kerjanya itu ternyata benar. Korban Ari benar-benar mendatangi kedua pelaku pembacokan dan melakukan penyerangan. Merasa tidak sanggup melawan secara fisik, dua pelaku kemudian mengeroyok korban dengan menyabetkan parang panjang perlengkapan kebun mereka.

Pelaku Sp (23), membacok korban tepat di bagian belakang leher, sementara pelaku Ac turut menyabet korban di bagian kaki. Namun, yang terkena malah lengan kiri korban Ari. “Saya mau nyabet kakinya, tapi tidak kena,” kata pelaku Ac yang mengaku sudah tidak bersekolah lagi itu.

Sementara pelaku SP mengaku ikut membacok korban Ari untuk melindungi diri. Masalahnya, Ari yang sudah kalap ikut ingin menghajar dirinya. “Dari pada saya mati, enak dia yang saya hajar,” kata pelaku Sp di hadapan Kasat Reskrim Polres Batanghari.

Sementara itu, pantauan di ruang IGD Rumah Sakit Hamba Bulian, Kkorban Ari dirawat secara intensif. Dokter rumah sakit terlihat sibuk memberikan pertolongan atas luka bacokan yang ada di bagian leher, kepala termasuk di bagian lengannya. Korban Ari sendiri terlihat masih sadar. “Sakit… sakit…,” rintih korban berulang-ulang.(fes)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rampok Sekap Pasangan Dokter

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler