Namun, sejumlah pengamat menilai pesona Obama sudah banyak berkurang. Jika dia bisa menarik lebih dari 50.000 orang dalam kampanyenya pada 2008, sekarang jumlah massa yang hadir jauh lebih sedikit.
Meski begitu, Clinton optimistis calon yang dia dukung itu akan mendapatkan kesempatan lagi untuk memimpin AS. "Saya akan memberikan suara saya untuk presiden," ujarnya.
Di hadapan massa di Virginia, presiden AS ke-42 tersebut mengatakan bahwa Obama telah melakukan upaya maksimal untuk memperbaiki perekonomian AS. Tetapi, perekonomian Negeri Paman Sam di bawah kendali Obama memang tidak cemerlang.
Di akhir kampanyenya, Obama berusaha meyakinkan lagi warga AS agar memilih dirinya kembali. Jadi, dia bisa menuntaskan proses perubahan yang sudah dimulainya.
Paling tidak, rakyat AS sudah mengenal dirinya dan mengetahui gaya kepemimpinannya selama empat tahun. "Pilpres nanti bukan hanya memilih di antara dua kandidat atau dua partai, tetapi dua visi berbeda tentang Amerika," tandasnya. (AP/AFP/BBC/CNN/hep/dwi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Unggul Berkat Penanganan Cepat Badai Sandy
Redaktur : Tim Redaksi