Coba Diet Cara ini, Berat Badan Bisa Turun dalam 10 Hari

Selasa, 01 Juni 2021 – 13:31 WIB
Diet 16:8. Foto: Ilustrasi/GoodtoKnow

jpnn.com, JAKARTA - Diet Sonoma disebut mampu mendorong penurunan berat badan dalam sepuluh hari.

Selain berat badan turun, diet ini juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

BACA JUGA: Boneka yang Dibuat Barbie ini Sudah Mirip Belum dengan Wanita Hebat itu?

Diet Sonoma saat ini sedang hangat dibicarakan.

Diet ini didasarkan pada diet Mediterania yang menekankan makan berbagai makanan padat nutrisi yang utuh.

BACA JUGA: Perokok Lebih Rentan Terjangkiti COVID-19, Percaya Enggak?

Diet Sonoma berfokus pada mengontrol porsi makan dan konsumsi makanan sehat untuk mendorong penurunan berat badan serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan hanya dalam 10 hari.

Diet Sonoma adalah program penurunan berat badan yang dirancang oleh Connie Guttersen, ahli gizi dan penulis dua buku.

BACA JUGA: Jangan Sampai Anak Menderita Penyakit ini, Harus Transfusi Darah Seumur Hidup

Yakni, 'The Sonoma Diet' yang diterbitkan pada tahun 2005 dan 'The New Sonoma Diet' yang diterbitkan pada 2011.

Buku-buku Guttersen menjelaskan tentang filosofinya dalam menurunkan berat badan.

Kemudian, bagaimana berat badan dapat meningkatkan kesehatan dengan cara berfokus pada makanan utuh dan rencana diet yang akan membantu menghentikan kecanduan gula.

Selain itu, buku ini juga mengajari pembacanya untuk memuaskan keinginan rasa lapar dengan makanan sehat.

Diet Sonoma dinamai seperti wilayah anggur terkenal di California, Amerika Serikat (AS).

Diet ini terinspirasi oleh diet Mediterania, yang berfokus pada makanan berenergi seperti minyak zaitun, biji-bijian dan buah-buahan.

Kemudian, sayuran segar, ikan, unggas, kacang-kacangan dan polong-polongan.

Selain pola makan yang sehat, diet ini juga berfokus pada pengendalian porsi.

Tujuan dari diet ini membuat seseorang merasa kenyang sambil mengkonsumsi makanan sehat dalam porsi kecil, untuk mendorong penurunan berat badan.

Diet Sonoma terstruktur dalam tiga fase yang disebut gelombang.

Gelombang pertama berlangsung selama 10 hari dan merupakan fase paling ketat.

Gelombang kedua memungkinkan seseorang mencapai bobot ideal.

Kemudian gelombang ketiga berfokus pada mempertahankan bobot tersebut.

Selama diet, Anda akan mengkonsumsi 10 makanan berenergi seperti blueberry, stroberi, anggur, bayam, paprika, brokoli, biji-bijian, tomat, minyak zaitun, dan almond.

Makanan ini kaya serat, vitamin, mineral, dan lemak sehat.

Selain itu, diet ini mendorong Anda untuk makan tiga kali sehari serta camilan sehat, tetapi hanya jika Anda memiliki keinginan untuk makan di antara jam makan.

 

Gelombang 1

Fase ini adalah fase paling ketat yang berlangsung selama 10 hari.

Dirancang untuk mempromosikan penurunan berat badan dengan mempelajari kontrol porsi dan menghilangkan makanan olahan dan manis.

Jenis makanan yang dapat dikonsumsi selama gelombang 1 adalah biji-bijian, lemak olahan dalam mayones, margarin dan saus krim.

Gula tambahan yang didapat dalam sirup maple, gula putih, makanan penutup, dan soda.

Selain itu, produk susu seperti keju berlemak penuh, semua jenis yogurt dan mentega.

Buah-buahan tertentu seperti mangga, persik, pisang, dan delima.

Sayuran tertentu seperti kentang, kacang polong, jagung, wortel, bit dan labu.


Gelombang 2

Fase ini dimulai setelah 10 hari ketika Anda telah mencapai berat badan ideal.

Semua makanan yang dianjurkan selama gelombang 1 akan dilanjutkan dalam fase ini, tetapi makanan tertentu yang tidak diizinkan akan diperkenalkan kembali.

Selain itu, olahraga harian dan pola makan terkontrol dipraktikan dalam fase ini.

Dalam gelombang 2, makanan yang dikonsumsi adalah semua jenis sayur kecuali kentang putih, semua jenis buah utuh, yogurt bebas lemak, cokelat hitam, anggur merah atau anggur putih 180 ml per hari.


Gelombang 3

Ini adalah fase terakhir dari diet Sonoma, yang akan membantu mempertahankan berat badan tersebut.

Aturan yang ada di gelombang 2 juga diterapkan di sini, namun makanan penutup dan manisan dapat dikonsumsi dalam jumlah terbatas.

Tidak banyak penelitian tentang diet Sonoma untuk menurunkan berat badan.

Namun, mengingat bahwa diet ini terinspirasi oleh diet Mediterania, penelitian telah menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat membantu menurunkan berat badan untuk jangka panjang.

Jadi, diet Sonoma mungkin menawarkan hasil yang serupa dengan diet Mediterania.

Selain itu, Anda akan menghilangkan makanan olahan dan mengonsumsi lebih banyak makanan padat nutrisi yang dapat membantu mengatur berat badan.

Hal yang perlu dicatat, penurunan berat badan juga tergantung pada sejumlah faktor seperti aktivitas fisik, usia, metabolisme, kualitas tidur dan pengelolaan stres.

Karena diet Sonoma didasarkan pada pola makan Mediterania, maka ini dapat meningkatkan asupan nutrisi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pola makan yang mencakup makanan utuh dan membatasi makanan olahan meningkatkan asupan serat, protein, vitamin, dan mineral.

Selain itu, Anda akan mengonsumsi banyak makanan bergizi seperti alpukat, daging tanpa lemak, minyak zaitun, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran yang telah terbukti membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, peradangan dan gula darah.

Diet Sonoma juga memiliki kekurangan.

Diet ini sangat rendah kalori dan dapat membatasi asupan kalori harian karena kontrol porsi yang ekstrem.

Asupan kalori yang rendah dapat meningkatkan rasa lapar dan gangguan pola makan.

Karena diet berfokus pada kontrol porsi, anda harus mengganti piring makanan biasa dengan piring tujuh inci atau mangkuk dua cangkir (475 ml) untuk sarapan dan piring sembilan inci untuk makan siang dan makan malam.

Jadi, harus mengukur beberapa makanan untuk mendapatkan ukuran porsi yang tepat.

Selain itu, diet ini bisa menjadi mahal dan sangat memakan waktu ketika harus merencanakan dan memasak makanan.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler