Cobaan Begitu Berat, 10 Tahun Hadapi Dosen Killer di Jerman, Pulang Digugat Cerai

Kamis, 20 Juli 2017 – 08:27 WIB
Cobaan Begitu Berat, 10 Tahun Hadapi Dosen Killer di Jerman, Pulang Digugat Cerai. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Penderitaan Karin begitu berat. Dia sempat frustrasi ketika wanita berusia 32 tahun itu kuliah di Jerman.

Hampir 10 tahun, Perempuan yang tinggal di Keputih, Surabaya, Jawa Timur itu menyelesaikan studinya di Jerman karena dosennya yang killer.

BACA JUGA: Istri Sakit Hati, Keseksian Jupe Selalu Diumbar Suami

Tuntas menghadapi dosen yang killer, masalah datang lagi. Kini dia diperhadapkan dengan persoalan keluarganya.

Begitu balik ke Surabaya, ia makin shock karena suaminya sebut Donjuan, 37, sudah menalak cerai di Pengadilan Agama (PA),klas 1 A Surabaya.

BACA JUGA: Ketika Istri Berlagak bak Ratu, Anak Akhirnya Ditelantarkan

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya

Karin merasa tak berdaya. Lebaran lalu ia pulang ke Surabaya, namun yang didapatkan sungguh penderitaan. Ia mendapati undangan sidang talak cerai pada 6 Juni lalu.

BACA JUGA: Enaknya Punya Besan Bergelimang Harta

"Sidangnya Minggu lalu. Aku shock bener. Komunikasi masih lancar, tapi kok ujug-ujug dia mengajukan talak cerai. Dia lho tahu kalau aku dapatnya dosen killer," kata Karin di sela-sela kepengurusan talak cerainya di kantor Pengadilan Agama (PA) klas 1 A Surabaya, Rabu (19/7).

Dia pun menceritakan komunikasi dengan suaminya masih baik-baik saja. Meskipun keduanya sudah tidak serumah. Karin tinggal di rumahnya, Sukolilo, sedangkan suaminya tinggal di rumah dinas Keputih.

Karin memprediksi jika saat ini suaminya sudah memiliki wanita lain sehingga nekat menceraikan.

"Alasan sekolahku kelamaan ya enggaklah. Emang sulit sekolahnya, aku tesis itu sudah 2011 lalu, tapi sampai sekarang belum selesai gara-gara berkali-kali ngulang mata kuliah yang sama. Bayangkan S2 SKS-nya 144, hampir sama dengan S1," kata Karin.

Kata Karin, ada empat dosen killer yang akhirnya membuatnya sungguh sangat frustasi. Ia sudah empat kali mengulang dan belum juga lulus.

"Pelit banget. Suami dulu juga di Jerman, tapi sekolahnya cepet. Dosennya enak, aku pas apes," kata dosen politeknik itu.

Sementara itu, Donjuan menolak tudingan istrinya jika ia berselingkuh dengan wanita lainnya.

Dosen ITS itu mengaku kalau dirinya justru sangat mencintai istrinya. "Kuliahnya sampai 10 tahun, apa enggak uang itu. Kalau bisa dipercepat kan bisa segera pulang ke Surabaya. Anak-anaknya lho sampai SD tapi mamanya masih saja sekolah," kata dia.

Sebenarnya biaya sekolah di Jerman murah, yang mahal justru biaya hidupnya sebulan bisa sampai Rp 5 juta.

Untungnya sang istri juga bekerja di Jerman sehingga tidak terlalu berat kebutuhannya.

"Ini saya kasih waktu dia mau cepat selesai apa tidak. Kalau tidak ya saya pilih cerai saja," pungkasnya. (*/no)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suami tak Bisa Memuaskan Lagi, Istri Kabur Bawa Sertifikat Rumah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler