Connie Akui Hubungan dengan NasDem, Kritiknya soal Alutsista Dinilai Bias

Jumat, 04 Juni 2021 – 20:44 WIB
NasDem. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengakui statusnya sebagai anggota Dewan Pakar Partai NasDem. Namun, membantah telah menjadi kader partai besutan Surya Paloh itu.

"Saya memang Dewan Pakar NasDem, tetapi bukan anggota NasDem," ucapnya dalam program di KompasTV pada Kamis (3/6) malam.

BACA JUGA: Penjajakan Koalisi di Pilpres 2024, Saan NasDem: Kami Komunikasinya Intensif dengan Golkar

"Dengan senang hati, dengan bangga saya menjadi anggota NasDem, tetapi sekarang belum waktunya."

Dihubungi terpisah, pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, memaklumi jika pernyataan Connie tentang pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) senilai Rp1.760 triliun juga mengundang pertanyaan selain apresiasi. Pangkalnya, dia mengakui terafiliasi dengan Partai NasDem.

BACA JUGA: Belajar dari Kejadian Partai Demokrat, NasDem akan Mencari Rekan Koalisi Sebelum Konvensi

"Kalau atas nama partai, sangat efektif jika kritik disampaikan secara terbuka di Komisi I secara resmi. Jika atas nama pakar pertahanan bisa bias karena posisi beliau melekat ke partai tertentu," ucapnya saat dihubungi, Kamis (3/6) malam.

Meski demikian, Adi mengingatkan, kritik tersebut lumrah terjadi dalam sistem demokrasi. "Apalagi isunya seksi."

BACA JUGA: Farhan NasDem: Sangat Benar Sekali Pernyataan Pak Moeldoko Itu

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menambahkan, perbedaan pendapat antarpartai dalam koalisi pun lazim. Dicontohkannya saat pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan RUU Pemilihan Umum (Pemilu).

Saat kedua beleid itu digodok, terangnya, banyak partai koalisi Joko Widodo (Jokowi) awalnya beda pendapat secara terbuka.

"Satu hal yang jelas, dalam kapasitas apa pun kritik itu dilakukan, tentunya akan muncul resistensi bahkan disharmonisasi dengan Gerindra," ungkapnya.

Adi menyatakan demikian lantaran posisi Connie tidak bisa dilepaskan identitasnya sebagai Anggota Dewan Pakar NasDem, yang juga anggota koalisi Jokowi.

Selain itu, sambungnya, Gerindra menganggap Prabowo sebagai simbol harga diri partai, bukan sekadar menteri pertahanan. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler