COVID-19 Menggila di Prancis: Rekor Kasus Harian Pecah, Kapasitas RS Menipis

Selasa, 03 November 2020 – 14:18 WIB
Suasana Kota di Paris saat Lockdown. Foto: Cyril Marcilhacy/Bloomberg

jpnn.com, PARIS - Prancis mencatat rekor 52.518 kasus COVID-19 baru pada Senin (2/11) dan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dengan penyakit itu meningkat lebih dari 1.000 untuk keempat kalinya dalam delapan hari.

Sementara itu, pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda meskipun ada penguncian baru.

BACA JUGA: Ini Kata Danone Indonesia soal Kampanye Boikot Produk Prancis

Jumlah kumulatif kasus saat ini berjumlah 1.466.433 di Prancis, total tertinggi kelima di dunia setelah Amerika Serikat, India, Brazil, dan Rusia.

Seperti di negara-negara besar Eropa lainnya yang bergulat dengan kemunculan kembali COVID-19, pemerintah Prancis pada Jumat (30/10) memerintahkan lockdown selama empat minggu setelah langkah-langkah jam malam sebelumnya gagal memberikan dampak.

BACA JUGA: Kecam Macron, Pemerintah Aceh Tunda Kerja Sama dengan Prancis

Para ahli mengatakan langkah terbatas untuk menahan COVID-19 biasanya membutuhkan waktu dua minggu untuk mulai menunjukkan efek.

Selama penguncian pertama Prancis, dari 17 Maret hingga 11 Mei, kasus rawat inap COVID-19 sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa, yaitu 32.292.

BACA JUGA: Yassir Kehilangan HP Saat Ikut Demo di Kedubes Prancis, Nih Pelakunya

Dengan 25.784 pasien, peningkatan lebih dari dua kali lipat dalam 12 hari, jumlah pasien rawat inap saat ini dan pada level tertinggi dalam empat bulan dengan cepat mendekati rekor itu.

Jumlah pasien di unit perawatan intensif (ICU) telah meningkat 152 menjadi 3.730 orang, yang juga merupakan terbanyak dalam empat bulan.

Korban jiwa COVID-19 bertambah 416 orang menjadi 37.435. Sebelumnya jumlah penambahan kematian tercatat 231 pada Minggu dan rata-rata tujuh hari tertinggi selama sebulan adalah 345 orang. (ant/dil/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler