Dada Mahasiswi Cantik Diremas-remas, ABG Ini Mengaku Disuruh Orang

Sabtu, 30 Mei 2015 – 15:06 WIB

jpnn.com - PEKANBARU - Seorang mahasiswi berinsial Qk (20) tak kuasa menahan tangis dan ketakutan ketika seorang pemuda berinisial Pi (18) secara tiba-tiba menggerangi tubuhnya saat menunggu adiknya belanja diatas sepeda motor di Tampan, Pekanbaru, Riau, Kamis (28/5) sekitar pukul 21.30 WIB. Akibat kasus cabul tersebut, korban langsung trauma dan melaporkan tersangka ke Polsek Tampan.

Saat melaporkan kejadian itu ke polisi, saksi Julian (21) mengatakan bahwa malam kejadian itu korban bersama dua orang adiknya sedang membeli martabak. Saat itu lampu memang lagi padam. Korban pun duduk menunggu di atas sepeda motornya. 

BACA JUGA: Astaga... Truk Nyemplung Sungai, 700 Nyawa Melayang

"Tiba-tiba ia berteriak langsung menangis karena dipeluk dan dipegang di bagian dadanya oleh pelaku (Pi, red)," jelasnya.

Setelah mendengar teriakan korban, Pi langsung lari sehingga warga yang melihat langsung mengejar dan memukulinya. Tidak beberapa lama pelaku diamankan di pos ronda di tempat kejadian perkara (TKP). 

BACA JUGA: Ini Tanggapan Kemenhub soal Tragedi Tapanuli

Setelah keluarga pelaku musyawarah dengan masyarakat setempat, Pi mendapat izin ketua RT dibawa ke rumah orangtuanya, di Jalan Purwodadi Ujung, Kelurahan Sidomulyo Barat.  

Ketika ditanya warga setempat, Pi mengatakan, dia disuruh seseorang yang tidak dikenalnya memegang pisau. 

BACA JUGA: Tragedi Tapanuli, Pemkab Harus Tanggung Jawab

Orang tersebut menyuruhnya untuk memegang bagian terlarang korban. Orangtua korban merasa cemas karena setelah kejadian tersebut anaknya langsung menelepon, 

"Tadi awalnya aku nggak mau pergi lantaran mati lampu. Tapi adik-adikku terus mendesak pergi, setibanya di sana, aku duduk-duduk di atas sepeda motor, tiba-tiba pelaku memeluk dari belakang, aku trauma bang," kata korban.

Atas kejadian tersebut korban beserta keluarganya mendatangi Polsek Tampan melaporkan kasus tersebut. Kapolsek Tampan AKP Ari Setyawan Wibowo SH SIK membenarkan bahwa korban sudah melapor. "Namun tersangka tidak dilakukan penahanan," jelasnya.

Sementara itu diketahui bahwa sikap dan kepribadian Pi adalah orangnya pendiam. "Kami pun heran dan tidak menyangka atas kelakuan dia," ungkap Julian. (*4/sul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perut Mules, eh..Langsung Curiga Makan Nasi Beras Plastik, Lapor Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler