BWF World Tour Finals 2019

Daddies Beri Kado Natal, Minions Tinggalkan PR

Senin, 16 Desember 2019 – 08:31 WIB
Pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi. Foto: BWF

jpnn.com, GUANGZHOU - Ganda putra Indonesia memenuhi target merebut gelar juara BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou melalui pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan alias Daddies.

Duet peringkat dua dunia itu memetik kemenangan straight game 24-22, 21-19 atas wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada laga final di Tianhe Gymnasium, Minggu (15/12) malam WIB.

BACA JUGA: Tua-Tua Keladi, Daddies Juara BWF World Tour Finals 2019, Dapat Hadiah Rp 1,7 M

Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi pun lantas mengapresiasi pencapaian yang sukses ditorehkan Daddies. “Saya bangga melihat mereka berhasil di kejuaraan akhir tahun ini. Boleh dibilang ini jadi kado Natal yang manis buat saya,” kata Herry kepada Badminton Indonesia.

“Saya sangat gembira Hendra/Ahsan meraih gelar, apalagi yang turun di turnamen ini kan delapan pasangan terbaik dunia. Dan di satu sisi saya surprise juga mereka bisa menang dengan straight game. Padahal saya kira tadi akan rubber,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ginting Tetap Tersenyum Meski Cuma Dapat Rp 838 Juta

Meski berhasil memenuhi target juara, Herry mengaku masih kurang begitu puas dengan pencapaian pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya yang dia nilai masih belum tampil maksimal pada kejuaraan kali ini. Minions tersingkir di babak semifinal setelah menelan kekelahan 11-21, 21-15 dan 10-21 dari Endo/Watanabe.

“Penampilan Kevin/Marcus di turnamen ini kurang maksimal. Karena seharusnya tidak seperti itu hasilnya. Biasanya kan mereka lebih agresif, lebih semangat dan lebih smart. Namun, sayangnya di babak semifinal permainan mereka enggak keluar,” ungkapnya.

BACA JUGA: Cerita Daddies Setelah Membuat Keajaiban di BWF World Tour Finals 2019

“Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Kevin/Marcus masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi ke depannya harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi PR khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi,” sambung Herry.

Untuk sementara, lanjut Herry, ia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Kevin/Marcus terkait kendala apa yang mereka rasakan di lapangan saat berhadapan dengan Endo/Watanabe.

“Evaluasi untuk Kevin/Marcus, khususnya untuk menghadapi Endo/Watanabe ini memang harus betul-betul didiskusikan bersama. Kami harus sama-sama cari solusi terbaiknya, baik dari pola maupun strategi yang tepat untuk melawan mereka. Karena memang sedikit berbeda cara bermain Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan,” tuturnya.

“Hendra/Ahsan memang penempatan bolanya lebih efisien, akurasinya juga cukup baik dan kualitasnya juga mumpuni. Karena memang mereka kan pemain senior. Ya semoga saja PR ini bisa cepat diselesaikan,” pungkas Herry. (bi/jpnn)

Hasil final BWF World Tour Finals 2019:

bwf


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler