Dalami Permasalahan UMKM di Kawasan Wisata, Ibas Raih Gelar Doktor dari IPB

Kamis, 10 Juni 2021 – 20:56 WIB
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas saat menjalani sidang disertasi untuk gelar S3 dari IPB, Kamis (10/6). Foto: tangkapan layar Zoom/dok Partai Demokrat

jpnn.com, JAKARTA - Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) resmi menyandang gelar doktor setelah dinyatakan lulus sempurna (cumlaude) oleh para penguji dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/6).

Mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor, Ibas mengusulkan pentingnya strategi pembiayaan dan investasi yang mengandalkan data-data empiris dan pemodelan statistik demi mengembangkan daerah pariwisata terpadu.

BACA JUGA: Ibas Gelontorkan Ribuan Bantuan Sembako untuk Masyarakat di Daerah Pemilihannya

Berbekal data dan pemodelan statistik, Ibas mengusulkan peningkatan investasi dapat jadi strategi mendanai berbagai program pengembangan kawasan pariwisata terpadu sehingga beban biaya itu tidak sepenuhnya ditanggung oleh APBN dan APBD.

"Strategi pembiayaan dan investasi yang sesuai untuk pengembangan pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan pariwisata Labuan Bajo disusun dengan melibatkan pandangan para pakar dan pemangku kebijakan," usul Ibas saat memaparkan isi disertasinya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Partai Demokrat yang diterima di Jakarta, Kamis (10/6).

BACA JUGA: Ada yang Curhat Masih Dikejar-kejar Rentenir, Mas Ibas: Miris Kami Mendengarnya

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang jadi tempat Ibas mendalami masalah pembiayaan investasi sebagaimana tertulis dalam disertasinya. Lebih lanjut, dalam disertasinya Ibas menerangkan lima tujuan dari hasil penelitiannya.

Tujuan pertama, mengidentifikasi jenis-jenis usaha dan memetakan kendala yang dihadapi mereka. Kedua, menganalisis kinerja keuangan para pelaku usaha. Ketiga, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pelaku usaha.

BACA JUGA: Terima Kunjungan Ibas Racing Team, Bamsoet Dorong Lahirnya Pembalap Wanita Berprestasi

Keempat, menganalisis estimasi dampak pariwisata terhadap perekonomian dan kesejahteraan. Kelima, merumuskan strategi pembiayaan dan investasi yang sesuai untuk pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo. 

Data dalam penelitian ini diperolehnya dari hasil wawancara menggunakan kuesioner terhadap 221 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ibas juga melibatkan 12 narasumber pakar yang terdiri dari pemangku kebijakan, perbankan, akademisi dan asosiasi tingkat nasional. Data dari instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah juga digunakan.

"Penyertaan aspek inklusi keuangan, kemitraan, dan organisasi, serta adopsi teknologi dilakukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan usaha di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo," ujar Ibas dalam sidang tersebut.

Sidang promosi doktor yang berlangsung terbuka dan disiarkan lewat YouTube itu turut dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga hadir dan memberi sambutan pada sidang promosi doktor putra keduanya itu.

"Saya suka dengan dua hal yang selalu dikatakan oleh Bung Edhie Baskoro Yudhoyono. Pertama, harus berkelanjutan, ini gerakan global, tugas kemanusiaan abad ini. Jangan abaikan. Kedua, inklusi. Semua harus ingat keadilan sosial sangat penting,” kata SBY mengomentari isi disertasi Ibas.

Sementara itu, Bahlil dalam sambutannya saat sidang promosi doktor mengatakan bahwa usulan dan temuan penelitian Ibas sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

"Yang disampaikan Mas Ibas dalam konteks akademisinya itu sejalan dengan apa yang kami lakukan. Mas Ibas, kita harus diskusi agar sebagian isi disertasi ini saya akan lamai untuk menjadi rujukan dalam membuat kebijakan-kebijakan investasi ke depan,” kata Bahlil kepada Ibas.

Ibas, yang mengikuti jejak ayahnya menempuh program doktor di IPB, lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 4.00.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu juga disebut oleh pihak kampus tidak pernah absen mengikuti perkuliahan saat menjadi mahasiswa program S-3 di IPB. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler