Dampak Relaksasi Program Pemerintah, Penjualan LRT CITY Jatibening Capai 60 Persen

Jumat, 11 Juni 2021 – 04:08 WIB
Salah satu unit di lot 1 LRT City Jatibening. Foto dok LRT City Jatibening

jpnn.com, BEKASI - Pemerintah memberikan kebijakan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas rumah tapak dan rumah susun yang berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak 1 Maret sampai 31 Agustus 2021.

Properti dengan PPN ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen berlaku untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual tertinggi senilai Rp2 miliar.

BACA JUGA: Buat Pengguna LRT Jabodebek, Ada Kabar Baik dari Jokowi

Sementara itu, PPN DTP sebesar 50 persen dikenakan untuk pembelian rumah tapak atau susun di atas Rp2 miliar sampai maksimal Rp5 miliar.

Direktur Pemasaran PT Adhi Commuter Properti Indra Syahruzza mengatakan pemberlakuan PPN DTP ini diterapkan untuk LRT City Jatibening yang siap huni.

BACA JUGA: PT PP Rilis Penawaran Obligasi dan Sukuk dengan Target Dana Rp4 Triliun

Selain itu, LRT City juga memberikan promo khusus di bulan Juni, yakni Subsidi DP, Libur Bayar 1 Tahun, dan free furnish.

“Program PPN nol persen dan promo khusus Juni ini merupakan peluang yang tepat bagi konsumen untuk membeli properti, baik sebagai hunian maupun investasi jangka panjang. Mengingat harga properti di ibu kota makin meningkat dan permintaan juga bertambah,” ujar Indra.

BACA JUGA: Olla Ramlan: Aku Mau, Terus Aufar Enggak Mau, Gimana?

Project Director LRT City Jatibening Windianto menuturkan dampak relaksasi pemerintah plus program khusus Juni ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan pemasaran di kala pandemi.

“Sejak digaungkan program tersebut, persentase penjualan LRT CITY Jatibening mencapai 60%. Iini adalah bukti program Subsidi DP,  Libur Bayar 1 tahun dan free furnish benar-benar efektif menggaet konsumen yang mencari hunian di kawasan Bekasi. Kami akan selalu memberikan promo dan pelayanan terbaik,” tuturnya.

Windianto menjelaskan LRT City Jatibening merupakan kawasan tata ruang campuran berkonsep TOD, yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti KSO PT Urban Jakarta Propertindo dengan luas 6 hektar.

Selain itu, LRT City juga mengoptimalkan penggunaan angkutan massal LRT dan dilengkapi akses pejalan kaki atau sepeda.

“Konsep hunian bergaya urban resort menjadi nilai plus LRT City Jatibening, di mana penghuni dapat menikmati suasana hijau yang nyaman di tengah ibu kota. LRT City Jatibening juga dilengkapi perbagai fasilitas berupa pedestrian yang nyaman, ruang terbuka hijau yang luas, bicycle track, private garden, sampai commercial area sebagai meeting point dan co-working space,” sebutnya.

Windianto mengungkapkan LRT City Jatibening berada di kawasan strategis di perbatasan Bekasi dan Jakarta.

“LRT City Jatibening merupakan salah satu proyek LRT City yang telah siap huni. Ada dua tower, yakni Tower Accordion yang memiliki 16 lantai ini dibanderol mulai dari Rp500 juta hingga Rp1,1 miliar telah sold out dan sudah diserahterimakan pada 2020,” ujarnya.

Adanya unit-unit ready stock di Tower Accordion ini sekaligus menegaskan bahwa Adhi Commuter Properti menjamin ketersediaan properti bagi konsumen.

Selain itu, LRT City Jatibening juga melakukan pemasaran secara digital untuk menjangkau calon pembeli yang lebih luas lagi.(chijpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pandemi Belum Usai, PP Presisi Tetap Bagikan Dividen Rp11,7 Miliar


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler