PT PP Rilis Penawaran Obligasi dan Sukuk dengan Target Dana Rp4 Triliun

Rabu, 09 Juni 2021 – 20:08 WIB
PT PP (Persero) Tbk melakukan aksi korporasi dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I dengan total target dana sebesar Rp4 triliun. Foto dok PT PP

jpnn.com, JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk melakukan aksi korporasi dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I dengan total target dana sebesar Rp4 triliun.

Dana tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan III sebesar Rp3 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I sebesar Rp1 triliun.

BACA JUGA: Nikita Mirzani dan Nindy Ayunda Live Instagram di Saat Bersamaan, Makin Panas!

Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut dipaparkan dalam kegiatan Investor Gathering yang diselenggarakan PT PP pada Rabu (9/6) secara virtual.

Sedangkan, penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III sebesar Rp3 triliun ini akan dilaksanakan dalam dua tahap.

BACA JUGA: Garap Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare, PT PP Dapat Fasilitas Pembiayaan

Dalam tahap pertama ini, PT PP akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan dengan pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp1,5 triliun.

Dalam PUB tersebut terbagai dalam dua Seri, yaitu: Seri A untuk jangka waktu tiga tahun dengan indicative coupon 8,25%-9,25% dan Seri B untuk jangka waktu lima tahun dengan indicative coupon 8,75%-9,75%.

BACA JUGA: Ashanty Didiagnosa Idap Batu Ginjal, Krisdayanti Beri Pesan Menyejukkan

Obligasi Berkelanjutan ini telah mendapatkan peringkat atau rating idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan dialokasikan sebesar 69% untuk refinancing dan 31% untuk modal kerja perusahaan.

Selanjutnya, sisa PUB Obligasi Berkelanjutan III sebesar Rp1,5 triliun akan ditawarkan oleh PTPP dalam tahap kedua.

Bersamaan dengan PUB Obligasi Berkelanjutan tersebut, PT PP juga melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PT PP dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1 triliun.

Dalam penawaran Sukuk Berkelanjutan tersebut, PT PP akan menerbitkan dan menawarkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I PT PP Tahap I Tahun 2021 dengan dana Sukuk Mudharabah sebanyak-banyaknya sebesar Rp500 miliar.

Sukuk Mudharabah ini telah mendapatkan peringkat atau rating idA(sy) (Single A Syariah) dari Pefindo dimana alokasi penggunaan dana tersebut akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja perusahaan.

"Sisa PUB Sukuk Berkelanjutan I sebesar Rp500 miliar akan ditawarkan oleh PT PP dalam tahap kedua," ujar Direktur Utama PT PP Novel Arsyad.

Dalam melaksanakan aksi korporasi ini, PT PP telah menunjuk empat perusahaan sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi (PPE) atau Joint Lead Underwriter (JLU), yaitu: PT Mandiri Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Samuel Sekuritas.

Sedangkan untuk Profesi Penunjang lainnya, PT PP menunjuk menunjuk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) sebagai Wali Amanat, Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH selaku Notaris, dan Jusuf Indradewa & Partner selaku Konsultan Hukum dalam aksi korporasi ini.

Arsyad menjelaskan, PT PP akan melaksanakan masa bookbuilding mulai 9 Juni sampai 16 Juni 2021, di mana masa penawaran umum rencana akan dilaksanakan pada 29 Juni 2021 dan rencana penjatahan dilaksanakan pada 30 Juni 2021.

"Sehingga diperkirakan surat utang tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 5 Juli 2021. Seluruh dana yang dihimpun dalam penerbitan PUB Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan tahap pertama dengan total sebesar Rp2 triliun akan digunakan oleh PT PP untuk mendanai refinancing dan modal kerja perusahaan,” kata Arsyad.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingatkan Para Orang tua, Komnas Anak: Pilihlah Produk Kemasan Plastik Berizin BPOM


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler