Dani Lihai Bersilat Lidah, Polisi Terpaksa Gunakan Jurus Terakhir

Rabu, 24 Juli 2019 – 00:56 WIB
Pelaku pembegalan ditangkap. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BANJARMASIN - Polisi berhasil menangkap Rizki Ramadani alias Dani yang kelakuannya selama ini meresahkan masyarakat Banjarmasin.

Pria usia 23 tahun itu merupakan pembegal yang kerap mengaku-ngaku sebagai polisi.

BACA JUGA: Penghasilan Bersih Wahyu per Hari Rp 700 Ribu, Tetapi Jangan Ditiru!

Dani kini meringkuk di sel tahanan Mapolsekta Banjarmasin Timur. Sabtu (20/7) malam, dia diciduk dari rumahnya di Kompleks Herlina Perkara Mutiara V RT 19 Sungai Andai.

Pengejaran itu bermula dari laporan Rasid Imanudin. Warga Kalimantan Tengah itu dibegal di Jalan Pramuka, Jumat (19/7) sekitar jam 10 malam. Smartphone lelaki 20 tahun itu dirampas.

BACA JUGA: Langgar Aturan Daerah, Bos Baja Tiongkok Ditangkap Polisi

Dari keterangan korban, polisi memperoleh ciri-ciri pelaku. Bahkan, korban masih mengingat dengan baik nomor pelat kendaraan pelaku. Setelah berkoordinasi dengan Samsat, polisi berhasil melacak pemilik sepeda motor dengan nopol DA 6293 AFJ tersebut.

BACA JUGA: Saat Subuh Amang dan Aril Rajin ke Masjid Tetapi Tidak Salat

BACA JUGA: Ismail Sayang Banget Sama Pacar, Tetapi Caranya Salah

Ternyata, pemilik motor berbeda dengan ciri-ciri yang diungkapkan korban. Setelah diselidiki, rupanya pemilik motor itu memiliki hubungan keluarga dengan pelaku. Motor itu hanya dipinjam ketika beraksi.

Ketika diinterogasi, polisi sempat dibuat geram. Dani rupanya lihai bersilat lidah. Jurus terakhir, polisi memanggil korban. Setelah ditunjukkan muka korban, pelaku pun tak lagi bisa mengelak.

Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Uskiansyah mengatakan, pelaku bermodal pistol mainan untuk melancarkan aksinya. Kepada korban, dia mengaku sebagai anggota Reskrim Polresta Banjarmasin.

"Incarannya adalah pengendara malam hari yang tak mengenakan helm. Dia pepet lalu tanyai tentang kelengkapan surat izin berkendara," ungkap Uskiansyah.

"Sambil menyebutkan tugasnya, pelaku memperlihatkan pistol mainan yang terselip di celana. Korban lalu disuruh memilih. Apakah motornya yang diamankan atau ponselnya saja," imbuhnya.

Selama dua bulan beraksi, pelaku berhasil memperdayai delapan korban. Paling banyak di Banjarmasin Timur. Di Kompleks Satelit, Jalan Mahat Kasan, dan Jalan Pramuka. Empat TKP lainnya tersebar di Banjarmasin Utara dan Barat.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, aksinya sebanyak itu. Hampir semua korbannya dirampas handphone," tukasnya.

Dalam gelar perkara itu, hadir pula Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi. Dia berharap, jika ada warga yang telah menjadi korban dalam aksi serupa untuk segera melapor.

"Laporkan saja, sekecil apapun kasusnya. Agar kami bisa memetakan kasus ini. Dan juga memudahkan penyelidikan polisi," ujar Ade.

Pelaku kini disangkakan tiga pasal sekaligus. Yakni pasal 365 jo 368 jo 378 KUHP tentang pencurian dengan ancaman kekerasan, pemerasan dan penipuan.

BACA JUGA: Penghasilan Bersih Wahyu per Hari Rp 700 Ribu, Tetapi Jangan Ditiru!

"Sehari-harinya pelaku bekerja sebagai mekanik panggilan. Dari keterangannya, pelaku memperoleh ide modus begitu dari tontonan televisi," tambah Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Timur Iptu Timur Yono.

Sebagai barang bukti, polisi telah mengamankan pistol replika, uang Rp300 ribu dari hasil penjualan barang rampasan, helm warna hitam dan motor Honda Beat warna putih dan Yamaha Mio warna kuning. (lan/fud/ema)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Janda Satu Anak, Sekali Berbuat Dosa Raup Rp 850 Juta


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler