Dar Es Salaam Residence, Hunian Religius di Jatiwangi Majalengka

Kamis, 04 November 2021 – 07:42 WIB
Sumurtama Land Bandung sedang pengembangan propertinya di wilayah Jatiwangi Majalengka, dengan nama Dar Es Salaam Residence. Foto: dokumentasi Sumurtama Land

jpnn.com, BANDUNG - Minat masyarakat untuk memiliki rumah tinggal melalui pembiayaan bank Syariah mengalami peningkatan.

Berdasar Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK, pembiayaan untuk pemilikan rumah tinggal mencapai Rp 39,51 triliun per Januari 2021, yang berasal dari bank syariah BUKU 2 sebesar Rp 8,12 triliun dan BUKU 3 sebesar Rp 31,39 triliun.

BACA JUGA: Asyik, KPR Subsidi BP2BT BTN Tawarkan Cicilan Lebih Murah

Direktur Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) Irfan Syauqi Beik menilai data tersebut menunjukkan pembiayaan rumah tinggal oleh bank syariah semakin diminati masyarakat.

Meningkatnya minat pembiayaan KPR Syariah ini menurut Irfan, disebabkan beberapa hal.

BACA JUGA: KPR Green Wujud Nyata Komitmen BJB Jaga Keseimbangan Lingkungan

Pertama, dari sisi kepastian cash flow. Pembiayaan KPR syariah bersifat fixed rate sampai akhir periode pembiayaan. Adanya margin tetap membuat perencanaan keuangan rumah tangga jadi lebih baik.

Sementara, bunga KPR konvensional bisa fluktuatif. Mungkin lima tahun pertama bunganya fix, tetapi setelah itu cenderung naik dan bisa berubah. “Buat konsumen, kepastian cash flow sangat penting," kata Irfan.

BACA JUGA: Semenjak Ada Intel Datang, 1 Anggota Menwa UNS Itu Tak Pernah Kelihatan

Kedua, terkait dengan permintaan terhadap produk halal, termasuk halal finance yang makin meningkat. Menurutnya, hal ini memengaruhi pertumbuhan KPR syariah.

Ketiga, KPR syariah menawarkan berbagai pilihan akad yang lebih banyak dibandingkan dengan konvensional. Nasabah dapat memiliki akad sesuai dengan kebutuhannya.

"Akadnya bisa murabahah, istishna, maupun musyarakah mutanaqishoh. Pendeknya, masing-masing akad memiliki kriteria tersendiri sehingga nasabah memiliki opsi kontrak yang akan dipilih, disesuaikan dengan kebutuhannya," urainya.

Salah satu perusahaan properti Sumurtama Land Bandung memanfaatkan besarnya minat masyarakat terhadap KPR Syariah.

Perusahaan tersebut sekarang sedang pengembangan propertinya di wilayah Jatiwangi Majalengka, dengan nama Dar Es Salaam Residence.

Direktur Utama Sumurtama Land Komarudin Khalid sangat optimistis bahwa dengan sistem KPR Syariah, properti yang berlokasi di tengah kota Jatiwangi itu diminati masyarakat di Jawa Barat.

Terlebih, nantinya akan dibuka akses tol Cisumdawu dan Bandara Kertajati segera beroperasi, yang bakal menambah ramai aktivitas bisnis di wilayah Majalengka. Dalam lima tahun terakhir tercatat 30 industri besar di bidang garmen, sepatu, elektronika dan lain lain tumbuh di Majalengka.

Dia menyebut tahun ini pihaknya membangun 51 unit rumah di lokasi strategis tersebut.

“Bayangkan berapa banyak lagi industri yang akan tumbuh di Majalengka jika Bandara Kertajati dan tol Cisumdawu sudah beroperasi penuh,” jelas Komarudin yang juga anggota Real Estate Indonesia (REI) ini, di Bandung, Rabu (3/11).

Dar Es Salaam Residence yang mengusung konsep hunian modern yang nyaman, aman dan asri, yang lokasinya bisa diakses dari gerbang tol Sumberjaya selama 10 menit. Sementara dari Bandara Kertajati hanya 15 menit.

Dar Es Salaam juga memberikan suasana hunian yang religius dengan berdirinya satu masjid yang bisa digunakan oleh para penghuni untuk beribadah.

Sumurtama Land telah menjalin kerjasama dengan pihak perbankan Syariah ternama, yaitu Bank Syariah Indonesia dan Bank BJB Syariah. (esy/jpnn)


Redaktur : Soetomo
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler