Dari Aceh Sampai Papua, Bawang Putih Mulai Menghampar

Rabu, 05 Desember 2018 – 09:49 WIB
Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi saat meninjau lahan bawang merah di Solok, Sumatera Barat, Rabu (5/12). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, SOLOK - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyampaikan komitmen Kementerian yang dipimpinnya untuk mengejar swasembada bawang putih pada tahun 2021. Sejak dicanangkan tahun 2017 lalu, sentra-sentra produksi bawang putih yang pernah jaya di tahun 1990an seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar, Malang, Lombok Timur kini kembali menggeliat, bangun dari tidur panjangnya.

“Tak hanya itu, kini mulai menjamur sentra baru penanaman bawang putih. Tak hanya di wilayah Jawa tetapi juga di luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesu Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, bahkan sampai ke Papua,” demikian dikatakan Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi yang saat ini sedang meninjau lahan bawang merah di Solok, Sumatera Barat, Rabu (5/12).

BACA JUGA: Menteri Amran Dorong BEM Aktif Sukseskan Program Pertanian

Suwandi menegaskan, sejak digulirkan program menuju swasembada bawang putih oleh Mentan Andi Amran Sulaiman telah terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan. Buktinya, bertahun-tahun data luas tanam bawang putih tidak beranjak dari kisaran 2 ribuan hektar setahun, tapi di tahun 2018 ini ditargetkan penanaman bawang putih lebih dari 10 ribu hektar yang berasal dari APBN dan wajib tanam importir.

“Artinya, naik 500 persen tanam tahun ini. Tahun 2019 nanti kita akan kejar tanam 18 ribu hektar untuk mencapai swasembada benih,” tegasnya.

BACA JUGA: Izin Dipangkas, Ekspor Sayuran Semakin Meningkat

Oleh sebab itu, Suwandi menyebutkan pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tahun 2017, telah dialokasikan APBN seluas 3.273 Hektar di 8 Kabupaten dan Tahun 2018 meningkat menjadi 5.949 Hektar yang tersebar di 79 Kabupaten.

"Tahun depan kita upayakan minimal 10 ribu hektar lagi dari APBN dan 8 ribuan hektar dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. Tentunya ini akan semakin memantik geliat bawang putih di dalam negeri,” ujarnya.

BACA JUGA: Ekspor Domba Garut Merambah Uni Emirat Arab

Lebih lanjut Suwandi menguraikan wilayah Sumatera yang selama ini tidak terdengar akan pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan. Yakni seperti di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan. Di wilayah Sumatera Utara malah muncul tiga sentra baru potensial yaitu Karo, Simalungun dan Humbang Hasundutan. Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim hingga OKU Selatan.

"Wilayah gugusan Bali Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi seperti di Tabanan, Bangli, lombok timur, di NTB, TTS di NTT. Pun dengan Zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minsel,” ungkapnya.

Perlu diketahui, saat ini sentra baru yang tumbuh dan berkembang umumnya menggunakan varietas lokal seperti Lumbuh Hijau, Lumbuh Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun dan Tawangmangu Baru dengan rata rata produktivitas 8-15 ton per hektar. Lahan tanam disarankan di ketinggian diatas 800 meter diatas permukaan laut. Bisa dipanen setelah berumur 110 - 130 hari setelah tanam.

"Kami yakin, dengan melihat dinamika dan perkembangan lapang, swasembada bawang putih bisa kita raih dan capai pada Tahun 2021,” pungkas Suwandi.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menjamurnya Usaha Tani Jamur Berpeluang Ekspor


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler