Dari Atap Rumah Warga Melihat Korban Melambaikan Tangan Minta Tolong Saat Terseret Banjir

Sabtu, 16 Januari 2021 – 09:03 WIB
Kondisi banjir di Kalimantan Selatan. Foto: Antara/ist

jpnn.com, TAPIN - Warga menemukan lima mayat di Desa/Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pascabanjir sejak Senin (11/1) lalu.

"Sudah ada lima mayat ditemukan. Mungkin warga desa di kawasan hulu sungai," ujar Plt Kepala Desa Hantakan Sri Winda kepada Antara saat membagi logistik, dilaporkan, Sabtu.

BACA JUGA: 21 Ribu Korban Terdampak Banjir di Kalsel

Dia mengatakan, dari atap rumah warga melihat salah satu korban hanyut melambaikan tangan meminta pertolongan.

Seorang tokoh masyarakat Muhammad Rifani menyampaikan hal serupa, diperkirakan masih ada mayat yang belum ditemukan.

BACA JUGA: Detik-detik Penangkapan 6 Pengedar Narkoba

"Korban jiwa diperkirakan mencapai puluhan orang, karena sekarang sudah ada lima mayat yang ditemukan," katanya.

Sedangkan untuk laporan orang hilang masih belum terverifikasi. Kemungkinan besar ada puluhan orang juga yang hilang.

BACA JUGA: Bocah Berniat Menolong Paman dari Peristiwa Mengerikan, Tak Tertolong

"Sementara kami di sini masih menangani bantuan logistik," ujar pria yang akrab disapa Datu Manggasang itu.

Dia menerangkan, ada kampung yang disapu habis oleh banjir. Diperkirakan banyak korban jiwa berasal dari kawasan hulu sungai Desa Hantakan, permukiman penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hantakan.

Menurut informasi warga, malam itu sekitar 22.00 banjir tiba-tiba menerjang Desa Hantakan, banyak warga hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarga menuju dataran tinggi.

"Cuma sempat menyelamatkan anak anak langsung ke sini (sekarang jadi pengungsian). Rumah habis tinggal tunggul (tonggak tiang pancang kayu ulin)," ujar seorang wanita dengan bayinya dipengungsian.

Terlihat, situasi Desa Hantakan yang berada di pinggiran DAS itu porak-poranda; fasilitas umum, pasar dan banyak rumah hancur menyisakan puing-puing.

Masih terdengar gemuruh dari debit air yang berangsur menyusut, sementara warga terlihat membersihkan perabotan dari balutan lumpur di dalam rumah.

Banyak anak-anak, wanita dan usia renta yang membutuhkan logistik.

Puskesmas rawat inap di Desa Hantakan menjadi tempat pengungsian sekaligus posko utama di Kecamatan Hantakan jaraknya sekitar 500 meter dari kampung.

"Ada sekitar 300 warga di Desa Hantakan. Beberapa hari lalu Desa Hantakan mengalami lumpuh total. Alhamdulillah, hari ini sudah banyak berdatangan bantuan mungkin karena akses jalan sudah bisa dimasuki menuju ke sini. Iya logistik sangat diperlukan," ujar Plt Kepala Desa Sri Winda.

"Masih memerlukan bantuan, terutama beras, mie instan, perlengkapan bayi sama air bersih. Kalaunya untuk pakaian mulai mencukupi, pakaian dalam saat ini sangat dibutuhkan terutama wanita," tambah Datu Manggasang. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler