Dari Jauh, Presiden Jokowi Menatap Lokasi Calon Ibu Kota Negara

Selasa, 17 Desember 2019 – 18:44 WIB
Presiden Jokowi bersama Gubernur Kaltim Isran Noor saat meninjau lokasi untuk ibu kota negara di Kecamatan Sepaku, PPU, Kaltim, Selasa (16/12). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com, PENAJAM PASER UTARA - Presiden Jokowi harus melewati jalanan berlumpur dan berliku untuk sampai di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, lokasi calon ibu kota negara. Pembangunan fisik akan dimulai 2021 mendatang.

Selama berkendara dari Kutai Kertanegara menuju Sepaku, mayoritas jalanan yang dilalui sekitar 2,5 jam itu sudah jalan beton. Namun setelah melewati kantor kecamatan hingga lokasi peninjauan kawasan untuk ibu kota negara, jalannya masih tanah dan pasir yang becek karena hujan.

BACA JUGA: Ini Kronologi Mobil Para Menteri Terperosok Saat Ikut Rombongan Presiden Jokowi Tinjau Ibu Kota Baru

Saat sampai di lokasi itu, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, hanya melihat lokasi calon ibu kota negara dari kejauhan. Dari perbukitan.

Tampak, Jokowi menunjuk mana saja cluster-cluster yang akan dibangun untuk pusat pemerintahan, pendidikan, inovasi dan lainnya. Di sana juga terdapat peta yang menggambarkan kawasan yang sebagian sudah gundul.

BACA JUGA: Jokowi: Alhamdulillah, Ini Jalan Tol Pertama di Kalimantan

Dari perbukitan itu, terlihat hamparan lahan yang luas terbentang di depan Presiden ketujuh RI tersebut. Pada salah satu lokasi peninjauan lainnya, Jokowi ditemani Gubernur Isran tampak mengamati kawasan yang nantinya akan menjadi smart city tersebut.

Usai peninjauan tersebut, Jokowi mengatakan total lahan yang sementara ini disiapkan mencapai 256 ribu hektare yang terdiri dari seluruh kawasan dan cadangan. "Kemudian yang akan dijadikan kawasan ibu kota itu 56 ribu hektare," kata Presiden.

BACA JUGA: Selamat Pagi Honorer K2, Fraksi Gerindra DPR Berjuang untuk Anda

Namun demikian, kawasan yang akan dibangun menjadi cluster pemerintahan hanya 5.600 hektare, yang nantinya diharapkan bisa sejalan pembangunannya dengan cluster kesehatan, pendidikan, riset, inovasi dan financial centre.

"Yang jelas lokasinya sangat mendukung sekali untuk sebuah kota yang smart city, green city," jelasnya.(fat/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler